Abstract :
Busana atau pakaian kini menjadi gaya hidup wajib yang tidak pernah lepas
dari perhatian masyarakat umum. Surakarta karena banyaknya industri kain yang
sangat mendunia. Hal tersebut memicu perancang untuk memberikan wadah
pengembangan berbusana untuk memenuhi fasilitas berpakaian yang di gunakan dalam
kebutukan berbelanja. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan desain yang
aman, nyaman, menarik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode Perancangan
Interior Butik dengan tema corak bribil di Surakarta yang digunakan mengadopsi
tahapan proses desain dari Pamudji Suptandar yang meliputi input, sintesa dan output
dengan ruang lingkup garap lobby, ruang direktur, ruang konsultasi, dan ruang
penjualan. Landasan perancangan menggunakan pendekatan fungsi, ergonomi, tema
dan gaya serta teknis. Bribil merupakan salah satu corak pada kain tenun lurik di
Surakarta, dengan beragam corak lurik sangat digemari karena motif yang berupa garis
- garis namun tidak membosankan, perancangan interior ini menggunakan tema corak
lurik dengan mengadopsi corak bribil karena banyaknya corak lurik maka hanya
mengambil salah satu corak yang di aplikasikan pada perancangan interior butik
tersebut. Corak Bribil merupakan corak yang ada pada kain tenun lurik. Bribil
(synedrella nodiflora) merupakan jenis tanaman semak semusim berwarna hijau
bongkol dan ungu mangsi yang digunakan pada pewarnaan corak kain
tersebut.fungsinya tanaman tersebut untuk peluruh air seni (diuretika). Motif bribil
menurut pembagian corak lajuran, yaitu garis-garis benang terlihat jelas membujur
searah benang lungsi. Penerapan lurik pada butik tersebut diharapkan dapat
memberikan desain yang lebih inovatif. Penerapan tema dan gaya tersebut diharapkan
dapat menghadirkan suatu interior yang sesuai dengan perkembangan zaman tetapi
tetap memperhatikan budaya lokal. Dampak dari perancangan butik yaitu memberikan
solusi terhadap masyarakat mengenai gaya hidup dalam berbusana.
Kata kunci : Interior, Busana, Surakarta, Butik, Corak Bribil