DETAIL DOCUMENT
Legenda Sang Bahu Laweyan Dalam Karya Fotografi
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Putra, Rahdan Hutama
Subject
Penciptaan dan Pengkajian Seni 
Datestamp
2023-05-31 02:22:33 
Abstract :
?Penciptaan seni fotografi ini didasarkan adanya fenomena cerita rakyat yaitu ?Perempuan Bahu Laweyan?. Cerita ini terdapat pada Serat Witaradya, Pupuh XXXIII (bab 33), karya R.N. Ronggowarsito yang hidup di abad 19. Manuskrip ini mengkisahkan Dewi Citrasari putri dari Ajipamasa Raja Kraton Pengging yang konon masuk golongan sukerta (selalu mengalami kesialan/kutukan) merupakan sosok perempuan di daerah Laweyan. Kutukan dipercaya bilamana perempuan tersebut bersuami, tak lama kemudian sang suami akan meninggal secara mistis. Dengan demikian ?Legenda Bahu Laweyan? menjadi ide dan gagasan konseptual penciptaan seni fotografi. Penciptaan seni fotografi dengan tema Legenda Bahu Laweyan bertujuan menginterpretasikan kembali dari karya sastra dalam wujud visual seni fotografi. Metode penciptaan fotografi seni ini melalui tahap penggalian data penting dari serat Witaradya dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui perspektif Romantisisme. Karya penciptaan seni fotografi ini menghasilkan 5 (lima) buah karya dengan teknik zooming. Realitas dalam berfantasi menjadi pokok utama dalam penciptaan karya ?fotografi romantisisme? yang mana meminjam aliran ini untuk menunjukkan rasa dramatisasi dan imajinasi secara natural yang secara sadar serta mendalam. Karya cipta seni fotografi ini mampu menggambarkan perempuan Bahu Laweyan yang karismatik, meskipun ia sosok yang Sukerta. Visualisasi berhasil diciptakan dalam 5 (lima) karya, dengan beberapa tanda dalam elemen visual seperti, tanda lahir (toh), keris, ular dan wayang. Tanda simbolik tersebut merupakan kekuatan cerita yang dialihwahanakan dan diinterpretasikan kembali bentuk visual karakter Bahu Laweyan dalam wujud visual fotografi.? 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta