Abstract :
Penelitian ini merupakan upaya mengungkap pemetaaan periodisasi
perubahan bentuk dan perkembangan drama tari Wong Golék Mènak Yasan
Dalem Sri Sultan Hamengku Buwana IX. Melalui penjelajahan atas kajian
historis tersebut, muncul juga keberadaan unsur-unsur budaya lain dari
pemikiran Sri Sultan Hamengku Buwana IX sebagai bentuk dari rasa jiwa
nasionalis. Nasionalisme Sri Sultan Hamengku Buwana IX direpresentasikan
dari cara pandang multikulturalisme dan kondisi ini muncul dari hasil
penyerapan atas berbagai dinamika yang berkembang pada masa itu. Setiap
proses pembentukan, perubahan dan perkembangan sebuah karya seni tidak
lepas dari jiwa zamannya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Data-data penelitian berupa hasil wawancara, dokumen, peristiwa, dan studi
pustaka. Pendekatan ini menggunakan etnokoreologi untuk mendapatkan
keberadaan simbol dan unsur budaya dalam drama tari. Unsur -unsur drama
tari meliputi gerak, karawitan, tata rias, busana, dialog, properti, dan tata
panggung. Adapun nilai-nilai perkembangannya atas pemetaan periodisasasi
tersebut dianalisis menggunakan perspektif trikon Ki Hajar Dewantara yang
terbagi dalam tiga konsep: 1) kontinuitas, 2) konvergensitas, dan 3)
konsentrisitas. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut antara
lain, 1) periodisasi terbentuknya Wayang Wong Golèk Ménak hingga
perkembangan; 2) Adanya unsur-unsur budaya yang ada di Nusantara dalam
Wayang Wong Golèk Ménak yang mencerminkan sikap nasionalis dan
pandangan multikultur Sultan Hamengku Buwana IX atas karyanya; dan 3)
Lahirnya akar yang kuat terhadap prinsip dan nilai tari klasik gaya
Yogyakarta terhadap perubahan waktu dan perkembangan teknologi.