Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
AMIN, MUHAMMAD RIF’AN DINASTY
Subject
Desain Komunikasi Visual
Datestamp
2024-07-03 18:12:43
Abstract :
Warisan budaya memiliki berbagai nilai-nilai yang perlu diajarkan kepada generasi penerus bangsa seperti wayang. Di dunia internasional wayang kini telah tercatat sebagai karya seni budaya adiluhung (Nurgiyantoro, 2011). Pada tanggal 7 November 2003 Wayang Indonesia diumumkan oleh UNESCO, sebuah lembaga di bawah PBB yang menangani masalah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Sebagai masterpiece of oral and intangible heritage of humanity (karya-karya agung lisan dan tak benda warisan manusia). Namun, dewasa ini teknologi informasi yang pesat dan terbukanya gerbang globalisasi membuka kesempatan baru bagi budaya asing masuk, selain luasnya informasi yang masuk namun juga dapat menimbulkan masalah baru terutama bagi generasi penerus bangsa yang melupakan budaya lokal sendiri. Kapitalnya arus globalisasi harus di barengi dengan kapitalnya arus pelestarian budaya. Diperlukan pengenalan budaya sedini mungkin kepada generasi penerus berusia 7-12 tahun termasuk dalam tahap concrete operational yang dimana memiliki motorik dan kognitif yang sedang berkembang. Ada cerita wayang yang ditujukan untuk anak-anak yaitu, kisah Wayang Kancil versi sanggar Sarotama yang memiliki nilai-nilai budi pekerti didalamnya. Dibutuhkan sebuah media yang dapat menjembatani pelestarian budaya dengan anak-anak, media yang mampu melakukan hal tersebut adalak komik bergaya ilustrasi semi-realis. Menggunakan metode ADDIE dengan 5 tahap perancangan yaitu analyze, design, development, implement, evaluate. Perancangan karya utama berupa buku komik lalu dikembangkan lagi menjadi media baru dikemas menarik untuk menarik daya tarik peserta didik melalui model Event Marketing. Implementasi dilakukan secara sumatif dan formatif dengan kepada peserta didik langsung dan pendapat ahli, mendapat hasil positif.