Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Tyas, Adian Prastiwi Kusumaning
Subject
Desain Komunikasi Visual
Datestamp
2024-08-02 03:18:50
Abstract :
Teknologi membawa dampak yang baik juga buruk, di sisi lain kemajuan yang
terlalu cepat juga mengorbankan kerapuhan sistem keamanan digital akibat resiko
ancaman yang tidak bisa diprediksi. Permasalahan tersebut diperkeruh dengan
lemahnya keamanan siber di Indonesia yang menimbulkan ketumpangtindihan
struktural, peraturan siber yang lemah, pembangunan industri software, hardware
dan sarana prasarana teknologi yang lemah, dan lain sebagainya. Adanya
peningkatan jumlah kasus kejahatan siber tiap tahunnya berkorelasi dengan
rendahnya kesadaran dari para pengguna internet sendiri akan bahaya ini. Proteksi
tidak hanya mengandalkan pemerintah maupun pihak pemegang otoritas layanan
saja tapi juga dari masing-masing individu. Kesadaran tersebut dapat dibangun
lewat kampanye edukasi dengan memanfaatkan media komik strip di Instagram
agar mudah dipahami masyarakat Indonesia yang memiliki budaya literasi rendah.
Metode menggunakan kualitatif dan dianalisis dengan SWOT (Gurel, 2017).
Kemudian tahapan kampanye (Bauman et al.,2006) terdiri dari proses
pre-program mencangkup perancangan komik milik Dwi Koendoro (2007) serta
strategi promosi Instagram dari Jefferly Helianthusonfri (2019). Kampanye berupa
komik strip genre humor yang dipublikasi di Instagram. Selain mampu menyasar
langsung target audience remaja juga sebagai solusi untuk mengedukasi secara
luas dan bebas pada media non-editorial. Komik Siberantas memberikan
informasi guna menumbuhkan kesadaran para pembaca tentang keamanan data
sekaligus menjadi konten hiburan di Instagram.