Abstract :
Disertasi karya seni ini memadukan diskusi dan performatif
sebagai pertunjukan multimedia dengan hasil riset berupa buku esai
?Minum Kopi Sembari Tengok ke Belakang (Dramaturgi ke Dramaturg)?
sebagai media utama. Media lain yang saling menguatkan dalam
pertunjukan ini adalah arsip, ?sampah-sampah? hasil pertunjukan,
kostum, foto, video eksperimen, tari Gandrung, gumaman, orasi, rekaman
suara, instalasi objek sehari-hari, grafik, diagram, desain grafis, ritual, dan
proses perekaman dengan menggunakan beberapa kamera digital.
Istilah diskusi performatif diambil dari pemahaman publik
terhadap lima karya terdahulu yang tidak memiliki bibliografi atau
tinjauan sumber memadai, sehingga diriset ulang dan dijadikan landasan
dalam menyusun suatu karya. Dramaturgi biografi dioperasikan
berdasarkan hasil riset yang berkaitan dengan kekerasan dalam rumah
tangga, blater (jawara lokal di Bangkalan), traumatic, posttraumatic growth,
relasi kuasa, dan kota.
Temuan riset menunjukkan: 1) Terbentuknya diskusi performatif
berdasarkan arketipe atau habitus pengkarya sebagai landasan mengolah
gerak tubuh, permainan intonasi, naik turunnya emosi, dan menjadikan
identitas individu dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai
posttraumatic growth yang lebih positif dalam konteks persepsi dan imajinasi
tentang blater alternatif. 2) Dramaturgi biografi merupakan sistem operasi
dasar pengkarya dalam menciptakan estetika berbeda yaitu chaos, yang
sejak awal dinyatakan tidak terbebani oleh estetika umum, metafora,
simbol, dan mempunyai makna yang melekat pada objek yang dihadirkan
sepanjang pertunjukan. 3) Buku esai menjadi media utama bagi pengkarya
untuk menemukan dirinya dalam pertunjukan berdasarkan memoriingatan
masa lalu, pada masa kini, untuk masa depan, dalam membuka
paradigma alternatif melalui practice as research di mana pun berada.