Abstract :
Tradisi Perang Obor Sebagai Ide Penciptaan Karya Wayang
Beber pada Meja dan Kursi Teras dengan Teknik Wood Printing dan Ukir? menerapkan
motif wayang beber kontemporer ini terinspirasi dari cerita rakyat perang obor dari
Jepara. Perang obor merupakan upacara adat yang dilakukan setiap tahunnya
tepatnya di Desa Tegalsambi, Jepara. Alasan penulis penulis menerapkan motif
wayang beber pada sebuah kursi dan meja teras yakni ingin memperkenalkan salah
satu warisan budaya yaitu wayang beber. Penciptaan karya ini divisualisasikan
dalam bentuk kursi dan meja teras dengan menggunakan motif wayang beber,
dengan material kayu jati dan juga wood printing sebagai elemen hias dari motif
wayang beber. Maka dari itu penelitian penciptaan ini menggunakan teori estetika
oleh Monroe Beardsley yaitu 3 unsur yang menjadi sifat membuat baik atau
memperindah suatu karya estetik yang diciptakan oleh seniman, ketiga unsur
tersebut adalah unity(kesatuan), compleksity(kerumitan),intensity(kesungguhan).
Untuk metodologi penciptaan menggunakan teori SP. Gustami meliputi tahapan :
eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Teknik yang digunakan yaitu ukir dan
wood printing. Untuk finishing menggunakan finishing clear. Hasil akhir karya
kursi dan meja teras dengan judul Tradisi Perang Obor sebagai Ide Penciptaan
Karya Wayang Beber pada Neja dan Kursi Teras dengan Teknik Wood Printing dan
Ukir ini berjumlah 3 kursi dan 1 meja. Karya set kursi meja teras ini diharapkan
dapat menambah wawasan model dan referensi yang menumbuhkan kreativitas
yang lebih.