Abstract :
Tembang Macapat merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Jawa yang
masih eksis dipelajari dalam muatan lokal Bahasa Jawa mulai dari kelas 4-6 sekolah
dasar. Pesan yang terkandung dalam Tembang Macapat kurang tersampaikan
karena sifat pembelajaran yang monoton. Buku pop up memiliki keunggulan
dibanding buku pada umumnya karena terdapat mekanisme pop up yang menarik
dan komunikatif sehingga anak-anak lebih mudah memahami isi dari buku tersebut.
Jenis penelitian kualitatif yang menggunakan model perancangan Design Thinking
dari Emrah Yayici tahun (2016), yaitu Definition, Research, Interpretation,
Ideation, Prototype, dan Evaluation. Tahap Definition menjabarkan latar belakang
masalah, tahap Research merupakan tahap pengumpulan data dari berbagai sumber,
Interpretation menggunakan model Mind Mapping dari Tony Buzan (2004) untuk
merumuskan topik yang dibahas kemudian dipecahkan, lalu tahap Ideation
menggunakan brainstorming untuk kerangka buku pop up dan tahap Prototyping
menggunakan mekanisme pop up dari Paul Jackson (1993). Tahap Evaluation
untuk mendapatkan feedback kelangsungan buku pop up. Promosi media lini bawah
dilakukan guna mendukung tingkat awareness pada buku pop up kepada target
audiens yaitu siswa. Perancangan buku pop up makna tembang macapat bertujuan
sebagai alternatif media pembelajaran baru dengan menekankan pendidikan
karakter pada anak untuk membentuk karakter yang baik sejak dini.