Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
HIDAYAT, PUTRA AKBAR WAHYU
Subject
Desain Komunikasi Visual
Datestamp
2024-11-04 07:06:58
Abstract :
iv
ABSTRAK
Putra Akbar Wahyu Hidayat, 191511054, 2024. Media Virtual Reality Sebagai
Distraksi Kecemasan Anak Usia 6-13 Tahun Pada Proses Sunat Konvensional
Melalui Perancangan Animasi 2D ?Misi Spesial Ali?. Prodi Desain Komunikasi
Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta
Sirkumsisi atau sunat merupakan tindakan bedah yang umum dilakukan di seluruh
dunia khususnya bagi masyarakat beragama muslim. Di Indonesia sendiri, sunat
banyak dilakukan pada saat anak menginjak usia sekolah antara 6-13 tahun.
Manfaat dari sunat atau sirkumsisi sendiri tidak lain adalah mencegah masalah
kesehatan dan kebersihan alat reproduksi. Namun sering kali pada proses tindakan
sirkumsisi, anak-anak merasa cemas dan takut. Faktor terbesar anak-anak merasa
gelisah dan cemas adalah ketakutan akan rasa sakit dan nyeri ketika proses
sirkumsisi berlangsung. Kecemasan ini dapat berpengaruh pada proses sunat
berlangsung dan dapat beresiko terjadi hal-hal berbahaya saat tindakan dilakukan.
Distraksi dari luar merupakan salah satu upaya dalam menurunkan kecemasan pada
anak ketika sunat, seperti teknik distraksi dengan memanfaatkan audio visual
seperti animasi 2D. Distraksi ini mampu memaksimalkan pengalihan fokus anak ke
hal-hal lainnya seperti gambar dan suara. Animasi 2D yang digunakan sendiri
merupakan kumpulan gambar yang dibuat dan disusun sesuai dengan cerita yang
ada menjadi suatu bentuk gerakan dalam sebuah adegan atau scene. Animasi 2D
sangat lekat dengan anak-anak karena sifatnya yang menghibur dan lucu, dari segi
cerita maupun karakter di dalamnya. Perancangan animasi ini menggunakan
metode Design Thinking (Emphatize, Define, Ideate, Prototype, dan Testing) untuk
menemukan solusi dari permasalahan yang terjadi Perancangan animasi 2D ini
didukung dengan penggunaan media virtual reality (VR) untuk memaksimalkan
distraksi ketika proses sunat atau sirkumsisi ini berlangsung. Berdasarkan
permasalahan yang terjadi, dirancanglah sebuah media virtual reality (VR) melalui
perancangan animasi ?Misi Spesial Ali? untuk membantu mendistraksi kecemasan
dan ketakutan anak-anak ketika proses sunat. Cerita dalam animasi 2D yang dibuat
disusun sedemikian rupa untuk membantu anak dalam mengalahkan ketakutannya
sehingga dapat memaksimalkan distraksi kecemasan pada saat tindakan sunat
berlangsung.