DETAIL DOCUMENT
ESTETIKA PRASÄ€JÄ€ ETNOGRAFI TATA RUANG OMAH KAMPUNG PITU NGLANGGERAN GUNUNGKIDUL
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Setiawan, Andereas Pandu
Subject
Penciptaan dan Pengkajian Seni 
Datestamp
2024-11-20 01:46:49 
Abstract :
Obyek penelitian ini adalah omah Kampung Pitu di desa Nglanggeran Gunungkidul, Yogyakarta. Omah Kampung Pitu menjadi obyek penelitian karena unik, dalam satu kampung hanya dihuni oleh tujuh kepala keluarga. Obyek formal penelitian adalah tata ruang, untuk menemukan dasar pemikiran individu-individu berkaitan dengan tata ruang omah Kampung Pitu. Fokus pertama penelitian adalah menemukan latar belakang yang menjadi keberadaan tata ruang. Fokus kedua adalah menemukan susunan tata ruang omah Kampung Pitu, dan fokus ketiga dari penelitian ini untuk menemukan konsep membangun tata ruang dengan kasus omah Kampung Pitu, berkaitan dengan kesederhanaan tata ruang yang dimiliki. Manfaat penelitian ini adalah membangun pemahaman dan perspektif berpikir masyarakat, membangun sarana pelestarian budaya, nilai-nilai dan adaptasi konsep-konsep tradisi. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan etnografi melalui pengumpulan fakta-fakta di lapangan yang berhubungan dengan aktivitas kehidupan sosial dan budaya masyarakat dalam kehidupan sehari-hari di Kampung Pitu. Hasil penelitian adalah, setiap omah di Kampung Pitu mempunyai ruang aktivitas realitas dan ruang aktivitas religiusitas. Ruang aktivitas religiusitas adalah ruang interaksi antara warga Kampung Pitu dengan Sing Gawé Urip sebagai realitas supranatural, yang berhubungan dengan hal-hal sakral. Ruang tersebut untuk tempat persiapan kêndurèn, pelaksanaan kêndurèn, ndonga dan bakar mênyan. Sedangkan ruang aktivitas realitas adalah ruang untuk melaksanakan aktivitas hidup dan bertahan hidup, yang tidak ada hubungannya dengan hal-hal sakral. Ruang aktivitas realitas diantaranya adalah ruang ngarêp, pawon, pêturon, kolah, èmpèran, tritisan, latar, kowên, kandang opèn-opèn, sawah, kêbonan, têgalan, dan alas. Kehidupan masyarakat Kampung Pitu memiliki kekhasan dalam pola pikir. Konsep-konsep kehidupan menjadi dasar berpikir dan bertindak. Ada enam konsep dalam kehidupan masyarakat Kampung Pitu, yang berhubungan dengan tata ruang yang menjadi jalan bagi tumbuhnya estetika pras?j?. Signifikasi penelitian ini untuk menstimulasi pemikiran baru di bidang desain interior. Pemikiran ini diperlukan untuk mengatasi kecenderungan berpikir dalam desain interior yang mengedepankan konsep-konsep pemikiran yang tidak berpijak pada kearifan lokal. Keutamaan konsep-konsep itu akan mèmpèrkuat tumbuhnya identitas interior Nusantara. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta