Abstract :
Cerita rakyat Sarip Tambak Oso hidup di pesisir kota Surabaya dan
Sidoarjo sejak awal 1900-an, tetapi masyarakat Tambak Oso menolak cerita
ini karena dianggap rekaan ludruk yang mengeksploitasi sisi negatif tokoh
Sarip, seorang penjahat yang digambarkan sebagai sosok baik. Penolakan
ini mengakibatkan terkikisnya nilai-nilai positif cerita Sarip, seperti
semangat, berbakti, dan ikhlas. Meskipun demikian, tanpa disadari, nilainilai
tersebut sudah tertanam dalam kehidupan masyarakat Tambak Oso.
Upaya membalikkan persepsi negatif ini, dilakukan dekonstruksi cerita
Sarip melalui seni fotografi dan tipografi. Meminjam aktivitas masyarakat
Tambak Oso digambarkan secara positif dalam bentuk karya fotografi dan
tipografi, yang berfungsi sebagai alat untuk menyoroti nilai-nilai positif
cerita Sarip. Fotografi digunakan untuk memvisualisasikan kehidupan
sehari-hari, sedangkan tipografi menyimbolkan aktivitas tersebut melalui
perspektif artistik. Proses penciptaan karya ini menggunakan metode
kreasi artistik yang terdiri dari empat tahapan: studi data etik dan emik,
eksperimen, perenungan, dan perwujudan karya. Melalui metode ini
merepresentasikan metafora dari nilai-nilai semangat, berbakti, dan
keikhlasan dalam kehidupan masyarakat. Karya yang dihasilkan terdiri
dari 5 karya utama dan 21 karya pendukung untuk menciptakan dimensi
baru dalam penggunaan fotografi sebagai medium ekspresi. Pendekatan ini
tidak hanya menekankan keterampilan teknis fotografi, tetapi juga
kemampuan untuk memadukan seni dan konteks cerita Sarip secara
kreatif. Temuan metode OEPI (Outdoor photography, Editing, Printing,
dan Indoor photography) yang digunakan dalam proses penciptaan ini
menjadi temuan inovatif yang menawarkan landasan kuat untuk eksplorasi
lebih lanjut di bidang fotografi. Pendekatan ini tidak hanya menekankan
aspek teknis, tetapi juga menyajikan sudut pandang baru dalam proses dan
presentasi karya seni yang berdampak. Karya pertemuan antara fotografi
dan tipografi ini tidak hanya menjadi representasi visual cerita Sarip, tetapi
juga menjadi contoh inspiratif bagaimana kreativitas dan inovasi seni
fotografi dapat digunakan untuk membangun narasi yang kuat dan
memunculkan nilai-nilai positif dari cerita rakyat Sarip.