Abstract :
Dadiah merupakan warisan kuliner Minangkabau yang turun temurun.
Makanan khas Sumatra Barat ini terbuat dari susu kerbau yang di
fermentasi secara alami di dalam batang bambu. Kurangnya olahan Dadiah
dalam menciptakan rasa baru merupakan salah satu faktor yang membuat
Dadiah kalah saing dengan produk fermentasi lain. Hal tersebut
memunculkan stigma negatif pada Dadiah yang meyatakan bahwa, Dadiah
merupakan susu yang ketinggalan zaman (out of the date) dan hanya
dikonsumsi oleh orang pedesaan berstatus sosial rendah. Berdasarkan hal
ini, maka diperlukan branding Dadiah melalui festival kuliner untuk
menghilangkan stigma negatif yang melekat pada Dadiah. Penciptaan
olahan Dadiah dengan cita rasa baru, juga akan menjadi salah satu cara
yang ditempuh sebagai upaya pelestarian Dadiah. Metode kualitatif
dengan pendekatan teori Goldbatt diadaptasi, untuk menjamin terciptanya
festival kuliner yang efektif. Rangkaian kegiatan festival kuliner mulai dari,
pameran kuliner Minangkabau, Screening Video Dokumenter, talkshow,
dan demo masak merupakan visualisasi dari branding yang dibuat. Menu
olahan Dadiah yang sesuai dengan selera generasi muda, talkshow
mendalam tentang Dadiah, video dokumenter Dadiah, dan strategi
branding dalam bentuk festival yang berpengaruh terhadap persepsi
generasi muda adalah konsep branding baru yang ditawarkan melalui
penciptaan festival ini. Keberhasilan festival ini diharapkan menjadikan Dadiah
sebagai fenomena kuliner yang up to date.