Abstract :
Kesenian merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
masyarakat di Indonesia sebagai cerminan karakter masyarakatnya yang beraneka
ragam suku. Pengalaman penulis yang sering berkegiatan di dalam kegiatan
berkesenian tradisional di daerah Banyumas dan sekitarnya yang memberikan ide
bagi penulis sebagai pembuatan karya lukis dikarenakan penulis merasa bahwa
kesenian-kesenian Banyumasan sangatlah penting bagi kehidupan bermasyarakat
sebagai suatu ciri khas yang sangat perlu dijaga kelestariannya.
Penciptaan karya tugas akhir ini menggunakan tahapan-tahapan berdasarkan
landasan teori L.H Chapman tentang proses penciptaan karya, yang menyebutkan
3 tahapan penciptaan karya yaitu, 1). Upaya menemukan gagasan (inception of an
idea), 2). Menyempurnakan, mengembangkan dan memantapkan gagasan awal
(elaboration and refinement), 3). Visual dalam ke medium (tension in a medium).
Teknik yang digunakan dalam mewujudkan karya pada penciptaan karya ini
adalah dengan teknik plakat, transparan, dan cipratan. Berdasarkan konsep non
visual objek real kemudian divisualkan dengan cara dideformasi bentuknya
menyerupai karakter bentuk wayang purwa. Hasil akhir karya lukis bercorak
dekoratif dengan perwujudan bentuk objek stilasi. Dari penyusunan unsur visual
dan komposisi unsur visual dihasilkan 8 buah karya yang berjudul: Ruwat Bumi,
Ruwat Sukerta Banyumasan, Ebeg Banyumasan, Lenggeran, Kothekan Lesung,
Sintrenan, Wayang Jemblung, dan Cowong Wulan Sari Wungu