Abstract :
Malioboro merupakan bagian tak terpisahkan dari karya seni arsitektur kota Yogyakarta yang sarat akan makna, filosofi, dan nilai-nilai luhur budaya Jawa. Saat ini Malioboro telah berkembang menjadi kawasan wisata dan ruang budaya publik yang cukup eksis. Namun seiring dengan perkembangan zaman, makna filosofis dan nilai-nilai luhur yang tertanam dalam arsitektur kota Yogyakarta oleh HB I selaku pendiri Ngayogyakarta Hadiningrat seakan tidak jelas dan semakin sulit dibaca. Instalasi video art 'Lampah' merupakan bentuk respon kreatif terhadap keberadaan Malioboro kontemporer sebagai ruang publik sekaligus karya seni arsitektur yang bermakna. Dengan menggunakan pendekatan interprtatif-subjektif dan metode artistik, pencipta membaca fenomena ini dan merepresentasikannya dalam bentuk karya 'Lampah'. Sebagai ruang kontemplatif, 'Lampah' juga menawarkan cara alternatif untuk mentransformasikan nilai-nilai luhur dan spiritualitas Jawa dengan menggunakan idiom dan cara berbicara dalam budaya Jawa. Model dalam arsitektur digunakan untuk melengkapi desain karya ini. Konsep ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan wacana baru dalam seni rupa, khususnya seni media baru.