Abstract :
Ruttus adalah karya seni yang menggambarkan sekaligus merefleksikan narasi korban atas sistem kekuasaan di masyarakat modern dengan menafsir ulang ritual Tijak Tanah. Tujuan penciptaan karya Ruttus untuk kembali menyejajarkan persoalan-persoalan kontemporer manusia antara relasi manusia dengan alam, kepercayaan, penguasa, sejarah dan hasratnya sendiri, dalam sebuah ritual liminal yang mana orang dapat mengalami, memposisikan diri, dan memberi pemaknaan sendiri melalui peristiwa di atas panggung sebagai proses menuju liminalitasnya (proses ambang) bagi penonton dan juga masyarakat.
Pertunjukan Ruttus dapat mengakomodir subjek-subjek lain memiliki keterkaitan dengan kohesi sosialnya. Maka dari itu, meminjam kerangkan kecil diskursus performance studies, sehingga memungkinkan persoalan- persoalan sosial terangkat dan terhindar dari jerat kekuasaan yang sama sekali tidak dikenali oleh masyarakat. Dengan mengangkat kembali kepermukaan ritual sosial sebagai strategi artikulasi. Pertunjukan ini akan membawa penonton dalam pengalaman ritual yang lebih modern, memancing daya kritis dan reflektif pada persoalan-persoalan sosial lain.