Abstract :
Penciptaan karya tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna
simbolik dari hasil eksplorasi kesenian suku Rejang yaitu, aksara Rejang dan enam
gerakan tari Kejei beserta perlengkapannya yang dipadukan dengan sentuhan
modern, dengan maksud pelestarian dalam bentuk pengembangan dan pemanfaatan
seni dengan mewujudkannya menjadi motif kombinasi pada sebuah karya tote bag
kulit. Perwujudan motif kombinasi setiap tote bag menggunakan teknik cetak saring
dan teknik pahat hias. Material yang digunakan dalam penciptaan karya adalah kulit
samak nabati, kulit crazy horse dan kain suede sebagai furing dengan menggunakan
teknik jahit mesin. Pendekatan penciptaan karya ini mengacu pada teori yang
digagas Dharsono Sony Kartika, yaitu konservasi sebagai ide dasar penciptaan
karya seni meliputi 3 konsep; revitalisasi, reinterpretasi, dan Ekspresi Simbolik.
Pendekatan estetika mengacu pada teori estetika oleh Monroe Breadsley dalam
Problems in the philosophy of criticism yang mengurai karya dengan tiga prinsip
dasar yaitu kesatuan (unity), kerumitan (complexity), dan kesungguhan (intensity).
Metode penciptaan karya menggunakan metode tiga tahap enam langkah yang
digagas oleh SP. Gustami, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil
karya yang diciptakan merupakan ekspresi personal yang kultural berupa motif
kombinasi yang diaplikasikan pada tote bag kulit bergaya streetwear. Karya
berjumlah enam tote bag dengan judul sembah menari, bederap salah pinggang,
metik jari, mateak dayung, sembah penyudo, dan mendayung. Penciptaan karya
tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan fenomena baru yang mampu
membingkai dinamika kehidupan seni modern dan mampu menjawab persoalan
dalam mencari identitas budaya Indonesia yang berwawasan modern. Sesuai
dengan paradigma baru pendidikan tinggi seni yakni; menggali, mengkaji, dan
mengolah potensi pluralitas budaya lokal sebagai modal agar mampu bersaing
dalam percaturan global.