DETAIL DOCUMENT
AKSARA REJANG DAN TARI KEJEI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN MOTIF KOMBINASI PADA TOTE BAG KULIT BERGAYA STREETWEAR
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
HIDAYAT, ADHI RIZKY
Subject
Kriya Seni 
Datestamp
2025-01-01 16:54:08 
Abstract :
Penciptaan karya tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik dari hasil eksplorasi kesenian suku Rejang yaitu, aksara Rejang dan enam gerakan tari Kejei beserta perlengkapannya yang dipadukan dengan sentuhan modern, dengan maksud pelestarian dalam bentuk pengembangan dan pemanfaatan seni dengan mewujudkannya menjadi motif kombinasi pada sebuah karya tote bag kulit. Perwujudan motif kombinasi setiap tote bag menggunakan teknik cetak saring dan teknik pahat hias. Material yang digunakan dalam penciptaan karya adalah kulit samak nabati, kulit crazy horse dan kain suede sebagai furing dengan menggunakan teknik jahit mesin. Pendekatan penciptaan karya ini mengacu pada teori yang digagas Dharsono Sony Kartika, yaitu konservasi sebagai ide dasar penciptaan karya seni meliputi 3 konsep; revitalisasi, reinterpretasi, dan Ekspresi Simbolik. Pendekatan estetika mengacu pada teori estetika oleh Monroe Breadsley dalam Problems in the philosophy of criticism yang mengurai karya dengan tiga prinsip dasar yaitu kesatuan (unity), kerumitan (complexity), dan kesungguhan (intensity). Metode penciptaan karya menggunakan metode tiga tahap enam langkah yang digagas oleh SP. Gustami, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil karya yang diciptakan merupakan ekspresi personal yang kultural berupa motif kombinasi yang diaplikasikan pada tote bag kulit bergaya streetwear. Karya berjumlah enam tote bag dengan judul sembah menari, bederap salah pinggang, metik jari, mateak dayung, sembah penyudo, dan mendayung. Penciptaan karya tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan fenomena baru yang mampu membingkai dinamika kehidupan seni modern dan mampu menjawab persoalan dalam mencari identitas budaya Indonesia yang berwawasan modern. Sesuai dengan paradigma baru pendidikan tinggi seni yakni; menggali, mengkaji, dan mengolah potensi pluralitas budaya lokal sebagai modal agar mampu bersaing dalam percaturan global. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta