Abstract :
Penciptaan karya tugas akhir ini bertujuan untuk mengenalkan wayang
beber kepada masyarakat khususnya generasi muda. Beberapa bentuk jam ini
diciptakan dari kayu jati, kayu mahoni, kayu suren dan menggunakan resin yang
mengangkat tema adegan lakon wisanggeni lahir dengan gaya wayang beber.
Penerapan ornamen wayang beber terletak di atas permukaan kayu yang sudah
dilapis resin. Metodologi penciptaan menggunakan teori SP. Gustami meliputi
tahap eksplorasi, tahap perancangan dan tahap perwujudan. Proses pembuatan
bentuk kayu menggunakan teknik kerja bangku, pewarnaan ornamen wayang
beber menggunakan teknik sungging, dan teknik cor untuk menuangkan resin.
Finishing karya dengan teknik poles dan semprot, sedangkan ukiran kayu dengan
politur mowilex waterbase. Karya ini terdiri dari 5 buah, yaitu 2 bentuk jam
dinding, 2 bentuk jam duduk dan 1 bentuk jam gantung. Pendekatan estetika karya
menggunakan teori Monroe Beardsley yaitu terdapat tiga ciri sifat-sifat membuat
indah dan baik dari benda-benda estetis meliputi kesatuan (unity), kerumitan
(complexity) dan kesungguhan (intensity).