DETAIL DOCUMENT
MOTIF JAYA STAMBA KABUPATEN NGANJUK UNTUK BUSANA BESKAP DAN JARIK PADA KEBAYA MILENIAL
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Aldi, Muhamad
Subject
Batik 
Datestamp
2025-02-13 03:52:45 
Abstract :
Penciptaan Karya Tugas Akhir dengan judul Motif Jaya Stamba Kabupaten Nganjuk Untuk Busana Beskap dan Jarik pada kebaya Milenial (Muhamad Aldi 2023). Deskripsi kekaryaan D-4 Progam Studi Batik, Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Tugas Akhir karya ini bertujuan untuk membuat busana beskap dan busana kebaya menjadi model terbaru agar lebih di minati generasi milenial dengan menerapkan motif Jaya Stamba kabupatan Nganjuk. Sumber ide utama yang menjadi dasar penciptaan karya ini adalah berbagai macam bentuk ornament motif Jaya Stamba dan hasil pertanian Kabupatan Nganjuk. Jaya Stamba merupakan Artefak yang berasal dari Kabupaten Nganjuk, yang sekarang menjadi ciri khas dan di bangun di tengah-tengan Kota. Ruang lingkup yang ada pada motif Jaya Stamba Kabupaten Nganjuk dan hasil pertanian tersebut yang menimbulkan gagasan untuk di kembangkan lebih lanjut dalam penciptaan batik. Proses penciptaan dalam pembutan karya di mulai dari mengamati bentuk-bentuk Jaya Stamba dan berbagai hal yang berhubungan dengan kekayaan alam Kabupaten Nganjuk seperti hasil pertanian dan situs-situs peninggalan yang ada. Pengamatan melalui survei lokasi dan media cetak kemudian di tungkan dalam bentu-bentuk motif batik kemudian di tuangkan kedalam pola alternatif untuk di pilih sebagai motif batik yang akan di terapkan pada busana kebaya dan beskap. Proses diawali dengan membuat motif, pola alternatif, pola terpilih, desain, persiapan bahan dan alat, memindahkan moif kekain, mencanting yaitu nglowongi, ngisen-ngiseni, dan nemboki, pencelupan, warna, penguncian warna, proses finishing batik, membuat pola baju, menjahit, dan finishing busana. Teknik yang di gunakan dalam proses penciptaan karya adalah teknik tulis dangan tutup celup warna dan colet. Bahan yang digunakan sebagai bahan dan alat pokok adalah lilin malam, canting, warna remasol, kain primisima, kain broklat, kain satin dan payet. Hasil karya berjumlah 4 yaitu 2 busana beskap dan 2 busana kebaya. Masing-masing diberi judul sesuai dengan karakter dan penampilan serta filoasofi di dalamnya. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta