DETAIL DOCUMENT
PEMODELAN DAN SIMULASI SHUNT ACTIVE POWER FILTER (SAPF) MENGGUNAKAN METODE PI-GWO PADA SISTEM TENAGA LISTRIK IEEE 14 BUS
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Rifa'i, Achmad
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2021-08-02 09:46:02 
Abstract :
Perkembangan teknologi sangat pesat saat ini. Hampir semua peralatan modern yang canggih menggunakan listrik sebagai sumbernya. Peralatan yang canggih tersebut tentunya didukung dengan komponen juga yang lebih baik daripada generasi sebelumnya dengan alasan masalah efektivitas, efisiensi, lebih dinamis, lebih minim perawatan dan juga memiliki keandalan yang lebih tinggi. Umumnya peralatan canggih saat ini dikategorikan sebagai beban non linier. Masifnya penggunaan beban non linier yang memberikan banyak keutungan tentunya juga memberikan efek samping, khususnya kepada kualitas daya listrik. Sistem tenaga listrik yang terkoneksi dengan beban non linier akan mengalami distorsi pada arus dan tegangan oleh harmonisa yang ditimbulkan oleh beban non linier tersebut. Hal ini dikarenakan beban non linier banyak beroperasi pada frekuensi yang tidak sesuai dengan frekuensi utilitas yaitu 50 maupun 60 Hz. Dengan mempertimbangkan manfaatnya yang begitu besar terhadap manusia, maka penggunaan beban non linier tidak dapat dikurangi. Oleh karena itu, perlu diterapkan solusi agar beban non linier tetap dapat beroperasi dan juga kualitas daya listrik tetap dalam keadaan baik. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu peralatan filter harmonisa yang bertujuan untuk mereduksi harmonisa. Filter pasif dan filter aktif sudah banyak dikembangkan oleh peneliti sebelumnya. Berdasarkan penelitian sebelumnya, filter aktif memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan filter pasif. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal maka filter aktif yang digunakan ialah Shunt Active Power Filter (SAPF) dengan menggunakan pengendali PI yang ditala dengan metode optimasi Grey Wolf Optimizer (GWO). Metode SAPF PI-PSO digunakan sebagai pembanding. Percobaan SAPF pada sistem uji IEEE 14 bus, PSO memperoleh hasil error ITAE dan waktu komputasi yang lebih baik dibandingkan GWO. Nilai ITAE dan waktu komputasi PSO secara berturut-turut adalah 108,5821 dan 4255,097192 s, sementara itu GWO memperoleh 109,0172 dan 4379,461 s. Namun, SAPF yang ditala dengan GWO lebih mampu menurunkan THD arus bus 12 pada sistem 14 bus IEEE sebesar 13% 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan