Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Kurnia Robhy, Muhammad Rifqy
Subject
AS Academies and learned societies (General)
Datestamp
2022-07-18 08:32:41
Abstract :
Pemanfataan energi listrik memerlukan sistem distribusi agar dapat
menyalurkan daya ke pelanggan. Sistem distribusi memerlukan tingkat keandalan
yang tinggi agar mampu terus menyalurkan energi listrik kepada pelanggan. Oleh
karena itu, diperlukan analisis keandalan sistem distribusi yang bertujuan untuk
meningkatkan keandalan sistem. Analisis keandalan sistem distribusi dapat
dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, salah satunya adalah section
technique. Metode ini adalah metode yang membagi sistem distribusi menjadi
beberapa section sesuai dengan peletakan keypoint seperti recloser dan LBS. Indeks
keandalan yang digunakan adalah SAIDI, SAIFI, CAIDI, ASAI dan ASUI dengan
standar SPLN59:1985 dan dikarenakan indeks tersebut mampu untuk mewakili
tingkat keandalan dari sistem.Metode section technique dipilih dikarenakan dengan
menggunakan metode ini, nilai keandalan dari seluruh section dapat diperoleh dan
dapat dilakukan peningkatan lebih lanjut terhadap section yang memiliki keandalan
terendah. Perhitungan dilakukan menggunakan ETAP dan perhitungan langsung
berdasarkan single line diagram feeder M4 pada PLN ULP Samarinda Ilir. Hasil
perhitungan indeks keandalan menunjukkan sistem belum andal berdasarkan
perhitungan langsung dimana nilai SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI dan ASUI yang
diperoleh berturut - turut adalah 16,470 kali/tahun pelanggan, 45,112 jam/tahun
pelanggan, 7,834 jam/gangguan pelanggan, 0,998 pu dan 0,002 pu. Hasil yang
diperoleh menggunakan ETAP juga menunjukkan sistem belum andal dengan nilai
SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI dan ASUI secara berturut ? turut adalah 17,231
kali/tahun pelanggan, 43,348 jam/tahun pelanggan, 7,570 jam/gangguan pelanggan,
0,998 pu dan 0,002 pu. Peningkatan keandalan yang dilakukan menggunakan ETAP
adalah dengan menambahkan sectionalizer berupa recloser dengan skenario
penambahan recloser sampai dengan 3 recloser. Hasil yang diperoleh cukup baik
dimana untuk nilai indeks keandalan SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI dan ASUI
setelah dilakukan 3 kali penambahan recloser berturut - turut adalah 13,867
kali/tahun pelanggan, 35,318 jam/tahun pelanggan, 7,635 jam/gangguan pelanggan
0,999 pu dan 0,001 pu. Dikarenakan nilai indeks keandalannya masih belum sesuai
standar, dilakukan peningkatan keandalan selanjutnya dengan menambahkan jalur
SUTM baru pada section 2 dan diperoleh nilai SAIFI 11,175 kali/tahun pelanggan,
SAIDI 28,460 jam/tahun pelanggan, CAIDI 7,645 jam/gangguan pelanggan, ASAI
0,999 pu dan ASUI 0,001 pu.