Abstract :
Dalam upaya tetap menjalankan kegiatan pembelajaran Institut Teknologi Kalimantan (ITK) pada masa pandemi COVID-19, maka dilakukannya pelaksanaan online learning. Pada saat pelaksanaan online learning kondisi kelas cenderung sulit untuk dikontrol sehingga banyak kegiatan yang berpotensi dilakukan oleh mahasiswa. Kegiatan tersebut mengakibatkan mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan melakukan multitasking selama pelaksanaan online learning. Pada survei pendahuluan didapatkan didapatkan fakta bahwa 98,9% partisipan melakukan multitasking saat pelaksanaan online learning. Sehingga dilakukan penelitian lanjut dengan menggunakan metode diary study. Penelitian ini menggunakan 73 data yang didapatkan dari 53 partisipan yang berpartisipasi pada periode pencatatan diary study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas multitasking yang cenderung dilakukan oleh partisipan yaitu cek sosial media
sebesar 31%, mengerjakan tugas sebesar 29%, dan membantu keluarga sebesar 26%. Berdasarkan aktivitas tersebut, didapatkan konsekuensi yang cenderung dirasakan oleh partisipan yaitu tidak memahami materi pembelajaran yang
diberikan sebesar 46%, menambah waktu belajar diluar sesi perkuliahan sebesar 40%, dan penurunan nilai sebesar 10%. Didapatkan beberapa rekomendasi yaitu penerapan Teknik Pomodoro, Teknik Feynman, Teknik SQ3R, mengaktifkan kamera saat pelaksanaan online learning, dan Problem Based Learning. Rekomendasi ini bertujuan untuk memaksimalkan keberlangsungan online learning di Institut Teknologi Kalimantan.