DETAIL DOCUMENT
SKENARIO PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA BALIKPAPAN MELALUI SEKTOR PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF SUB SEKTOR KRIYA DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK -Submit Jurnal
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Eryawan, Laverta Prishirandita
Subject
AS Academies and learned societies (General) 
Datestamp
2022-07-18 08:28:26 
Abstract :
Capaian terbaik Kota Balikpapan pada sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf), ditunjukkan dengan jumlah kontribusi Kota Balikpapan yang mencapai Rp 134,7 miliar dari total Rp 335,4 miliar pendapatan Provinsi Kalimantan Timur pada bidang Pariwisata tahun 2019. Namun berkembangnya virus COVID-19, mengakibatkan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan. Penurunan PAD di sektor pariwisata hampir mencapai Rp 2 miliar rupiah pada tahun 2020. Situasi tersebut, berdampak pada produktivitas para pelaku Ekraf yang mengalami penurunan dalam segi produksi barang dan pendapatannya. Salah satu Sub sektor Ekraf yang menjadi unggulan dan berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan di Kota Balikpapan adalah sub sektor Kriya. Sehingga, diperlukannya skenario optimal dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Balikpapan melalui sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) khususnya pada sub sektor Kriya dengan menggunakan pendekatan sistem dinamik. Analisis yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu analisis konten, perumusan Causal Loop Diagram (CLD), analisis perilaku pada sistem yang terbentuk menggunakan Stock Flow Diagram (SFD), hingga menentukan skenario optimal. Pada penelitian ini dirumuskan 4 skenario, yaitu skenario 1 moderat, skenario 2 optimistic, skenario 3 pesimistic dan skenario 4 pesimistic. Skenario 2 optimistic dianggap sebagai skenario yang paling optimum dalam upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Balikpapan melalui pajak yang dihasilkan oleh usaha Sub Sektor Kriya. Skenario 2 Optimistic akan menaikkan persediaan produk sebesar 245%, akumulasi pendapatan 1.853% dan pajak 123% dari kondisi awal. Skenario ini diharapkan dapat menjadi referensi oleh pemerintah Kota Balikpapan sebagai pertimbangan dalam penyusunan strategi maupun pengambilan kebijakan pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Sub Sektor Kriya di kota Balikpapan. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan