Abstract :
Proses produksi merupakan kegiatan utama dari setiap perusahaan, dimana berhentinya proses produksi akan mengakibatkan terhambatnya kegiatan operasional lainnya. Hal tersebut dapat memberikan dampak yang buruk bagi perusahaan. Produksi komponen repair connecting rod di Department Machining PT Komatsu Remanufacturing Asia Balikpapan masih belum dapat memenuhi target produksi yang diberikan. Berdasarkan data produksi bulan November dan Desember 2021 diketahui bahwa terdapat gap antara permintaan produksi repair connecting rod dengan aktual produksi. Sehingga penting bagi perusahaan untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menghitung, mengoptimalkan, dan dapat memberikan alternatif solusi terkait kapasitas produksi proses repair connecting rod di Department Machining agar mampu memenuhi permintaan yang diberikan. Melalui perencanaan kapasitas dengan Rough Cut Capacity Planning (RCCP), jadwal induk produksi akan diuji kelayakannya dan ditemukan letak bottleneck yang terjadi didalamnya. Hambatan yang terjadi akan diselesaikan melalui pendekatan lima langkah Theory Of Constraint (TOC) dan diberikan alternatif dalam mencapai solusi yang optimal.
Berdasarkan perhitungan RCCP, diketahui bahwa stasiun kerja II, III, dan V mengalami kekurangan kapasitas. Hal ini disebabkan oleh kurangnya jam kerja pada stasiun tersebut yang menyebabkan hampir setiap bulan pada satu periode
stasiun kerja mengalami kendala bottleneck. Didapatkan alternatif solusi dengan melakukan overtime atau penambahan jam kerja 1.5 jam dan 3 jam setiap harinya. Sehingga kapasitas stasiun kerja meningkat sebesar 41% dan 21% dan kendala bottleneck terselesaikan. Selain itu dengan melakukan alternatif overtime perusahaan mampu menghemat 39% biaya repair jika dibandingkan dengan melakukan penambahan shift dan 54% jika dibandingkan dengan outsourcing
dalam memenuhi kekurangan hasil produksi repair yang ditargetkan.
Kata kunci:
Connecting Rod, RCCP, TOC