DETAIL DOCUMENT
Pemanfataan Lumpur IPAL Margasari Kota Balikpapan dan Limbah Kulit Durian Menjadi Eco-briket Sebagai Energi Alternatif Terbarukan-Submit Journal/Konfersi
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Nur Hawani, Iska
Subject
AI Indexes (General) 
Datestamp
2022-07-18 03:30:16 
Abstract :
Upaya terus menerus dilakukan untuk menemukan sumber energi terbarukan (renewable) ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia salah satunya adalah energi biomassa. Instalasi Pengolahan Air Limbah memanfaatkan teknologi extended aeration untuk menurunkan zat pencemar. Proses dari pengolahan air limbah tersebut akan menghasilkan limbah berupa lumpur atau sludge. Limbah lumpur IPAL memiliki potensi dalam pembuatan briket karena kandungan organik dan nilai kalor. Kota Balikpapan merupakan salah satu penghasil buah durian. Buah durian atau nama latinnya Durio Zibethinus salah satu jenis buah tropika yang dapat tumbuh di Indonesia. Limbah kulit durian yang melimpah di Indonesia berpotensi untuk dijadikan sebagai biomassa yaitu bahan baku bioenergi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh variasi komposisi serta jenis perekat pada lumpur IPAL Margasari dan limbah kulit durian terhadap karakteristik briket. Dalam penelitian ini, variasi komposisi lumpur IPAL, kulit buah durian, dan perekat yaitu (90:0:10); (70:20:10); (60:30:10); (30:60:10); (20:70:10); dan (0:90:10). Perekat briket yang digunakan adalah tepung tapioka, rejected pepaya, dan kotoran sapi. Pengujian briket dilakukan pada kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon, kuat tekan, densitas, dan nilai kalor. Berdasarkan hasil penelitian, briket perekat tepung tapioka dengan komposisi lumpur 0% dan kulit durian 90% adalah briket terbaik yang memenuhi SNI 01-6235-2000 yaitu memiliki nilai kalor sebesar 5288 kkal/gram. Perekat yang menghasilkan briket terbaik adalah perekat tepung tapioka, posisi kedua yaitu perekat rejected pepaya, dan posisi ketiga yaitu perekat kotoran sapi. Kata kunci : biomassa, briket, lumpur IPAL, limbah kulit durian 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan