Abstract :
Wire arc additive manufacturing (WAAM) merupakan metode manufaktur aditif yang dikembangkan menggunakan busur listrik sebagai sumber panas dan kawat logam sebagai bahan baku dengan prinsip kerja pengelasan lapis demi lapis. Teknologi pengelasan yang dapat digunakan dalam WAAM adalah pengelasan busur metal inert gas (MIG) atau GMAW, tungsten inert gas (TIG) dan plasma. Secara penggunaan, GMAW dan FCAW menggunakan busur listrik dengan bantuan shielding gas saat proses pengelasan, perbedaannya terletak pada kawat pengisi (filler) yang digunakan. Hal penting yang menjadi parameter dalam proses WAAM adalah masukan panas. Nilai masukan panas dipengaruhi oleh pemilihan nilai arus yang digunakan. Maka penelitian ini akan meneliti tentang pengaruh arus pada flux cored arc welding (FCAW) menggunakan metode WAAM. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh arus FCAW terhadap sifat mekanik, struktur mikro dan komposisi kimia weld metal menggunakan metode WAAM. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu tahap pengelasan, praparasi dan pengujian. Arus yang digunakan yaitu 150 A, 160 A dan 170 A dengan elektroda E71T-1C. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa arus berpengaruh terhadap kekuatan tarik, struktur mikro dan komposisi kimia. Peningkatan nilai arus akan menurunkan kekuatan tarik weld metal. Pada penelitian ini arus 150 A menghasilkan nilai kekuatan tarik tertinggi yaitu 430,63 MPa dan arus 170 A menghasilkan kekuatan tarik terendah yaitu 395,14 MPa. Pada struktur mikro, arus berpengaruh terhadap ukuran butir, dengan semakin meningkatnya arus maka ukuran butir yang dihasilkan akan semakin besar. Pada arus 150 A daerah weld metal menghasilkan diameter butir rata-rata terkecil sebesar 14,46 ± 1,34 ?m, dan arus 170 A daerah weld metal menghasilkan diameter butir rata-rata sebesar 18,91 ± 1,37 ?m. Pada arus 150 A, 160 A dan 170 A menghasilkan fasa poligonal ferit dan perlit disepanjang batas butir ferit.