Abstract :
Air asam tambang merupakan dampak negatif dari pertambangan batu bara yang
mengandung logam logam berasal dari batuan tambang. Pengolahan air asam
tambang secara umum menggunakan settling pond atau kolam pengendapan yang
membutuhkan lahan pengolahan yang luas dan dalam penerapannya masih terdapat
pengelolaan yang kurang baik dengan pembubuhan koagulan yang belum
terorganisir dengan baik. Pada penelitian ini penulis menganalisis penggunaan
pengolahan dengan pengadukan secara hidrolis dengan metode gravel bed
flocculator dan koagulasi pipa melingkar sebagai salah satu alternatif pengolahan
air asam tambang yang membutuhkan luasan lebih kecil. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh variasi waktu kontak dan dosis koagulan FeCl3 pada
gravel bed flocculator media pasir silika pada penyisihan Fe, Mn, TSS dan pH air
asam tambang batubara menggunakan koagulan FeCl3 dan menganalisis efisiensi
penyisihan Fe, Mn dan TSS air asam tambang pada gravel bed flocculator dengan
variasi waktu kontak dan dosis koagulan FeCl3. Variasi dosis yang digunakan
adalah 10 mg/L, 80 mg/L, 150 mg/L dan 220 mg/L dengan variasi waktu kontak
gravel bed flocculator 200 detik, 250 detik dan 300 detik. Didapatkan hasil uji
statistik regresi linear berganda bahwa seluruh variasi waktu kontak dan dosis
koagulan yang digunakan tidak berpengaruh terhadap nilai akhir pH, TSS, Fe dan
Mn sehingga seluruh variasi dosis yang dipakai mampu untuk menurunkan
parameter dibawah baku mutu dan efisiensi tertinggi pada parameter TSS adalah
pada variasi dosis 80 mg/L dan waktu kontak 200 detik dengan efisiensi 99,97%,
untuk parameter Fe pada dosis 10 mg/L dengan waktu kontak 250 detik dengan
efisiensi mencapai 98,95% dan untuk Mn pada dosis 10 mg/L dengan waktu kontak
300 detik dengan efisiensi mencapai 98,79%