Abstract :
Banyaknya kapal yang melintas di jalur perairan Indonesia mengakibatkan sering terjadinya kecelakaan kapal. Kecelakaan kapal berupa tabrakan mengakibatkan kapal menerima beban kejut atau Impact. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sambungan pengelasan SMAW terhadap kekuatan Impact dan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan pada pemberian beban Impact terhadap struktur patahan material baja ASTM A36. Penelitian ini disusun berdasarkan teori pengelasan, teori material baja dan elektroda, serta teori pengujian Impact. Dengan menggunakan variasi kuat arus, metode Charpy test dipilih untuk mengukur ketahanan Impact baja A36. Terjadi kenaikan energi terserap dan kekuatan Impact pada setiap variasi arus, namun kenaikan ini tidak konstan. Dimana pada kuat arus 125 A terjadi kenaikan E sebesar 4,35 Joule dan HI sebesar 0,054375 J/?mm?^2 dibanding kuat arus 100 A. Tetapi, pada kuat arus 150 A hanya terjadi kenaikan E sebesar 0,1 Joule sedangkan untuk kenaikan nilai HI sebesar 0,00125 J/?mm?^2 dibandingkan dengan kuat arus 125 A. Struktur patahan atau jenis patahan dari 9 buah spesimen dengan variasi kuat arus pengelasan 100 Ampere, 125 Ampere, dan 150 Ampere adalah jenis patahan fibrous fracture. Patahan ini memiliki visual permukaan yang berserat dan adanya cekungan atau dimple yang menyerap cahaya sehingga permukaannya tampak buram. Jenis patahan ini juga sering disebut sebagai patah ulet.