DETAIL DOCUMENT
Identifikasi Faktor Penyebab Waste Konstruksi Terhadap Persepsi Kontraktor Dengan Menggunakan Pendekatan Lean Construction (Studi Kasus: Proyek X Kabupaten Kapuas)
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Maulana, Doni Rahman
Subject
AS Academies and learned societies (General) 
Datestamp
2022-07-19 07:05:42 
Abstract :
Pemborosan (waste) merupakan masalah yang sering terjadi pada proyek konstruksi. Pemborosan (waste) berupa aktifitas yang memanfaatkan sumber daya tetapi tidak menghasikan nilai tambah yang diharapkan (value). Pemborosan (waste) dapat dihilangkan dengan suatu pendekatan lean dimana pendekatan ini dilakukan dengan identifikasi dan eliminasi waste sehingga dapat memenuhi customer value. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi pemborosan, pada penelitian ini dilakukan identifikasi faktor penyebab terjadinya waste konstruksi pada proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi wilayah kerja blok A Kabupaten Kapuas. Didapatkan 9 variabel dengan 43 indikator faktor penyebab waste yang menjadi dasar untuk penelitian ini, Metode yang dilakukan ialah metode borda untuk mendapatkan faktor penyebab waste yang paling sering terjadi dan juga metode severity index untuk mendapatkan faktor penyebab utama terjadinya waste. setelah itu dilakukan respon risiko faktor penyebab terjadinya waste untuk mendapatkan respon yang dapat meminimalisir atau mencegah terjadinya waste. Hasil dari penelitian ini berupa waste yang paling sering terjadi yaitu faktor kesalahan perencanaan dengan bobot nilai 0,032 dan faktor utama terjadinya waste yaitu faktor kesalahan perencanaan dengan bobot probability SI sebesar 44.6% termasuk kategori S (Sedang) dengan nilai 3 sedangkan bobot impact SI sebesar 64.3% termasuk kategori T (Tinggi) dengan nilai 4, Hasil nilai metode saverity index kemudian dikategorikan menggunakan matriks penilaian risiko didapatkan faktor kesalahan perencanaan termasuk kategori risiko moderate, hasil risiko tersebut perlu dilakukan perlakuan risiko, dengan melihat aspek probability dan impact didapatkan respon risiko pada faktor kesalahan perencanaan yaitu menghindari risiko (avoid). 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan