Abstract :
PT. Kilang Pertamina International (KPI) Refinery Unit (RU) V Balikpapan terletak dekat dengan kawasan pemukiman, sehingga emisi yang dihasilkan dari cerobong asap dapat terdispersi ke wilayah sekitar. Gaussian Dispersion Model dapat digunakan sebagai upaya dalam melakukan pemantauan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran emisi NO2 dan Partikulat menggunakan model Gaussian Dispersion serta menganalisis pengaruh musim terhadap persebaran emisi. Hasil penelitian menunjukkan, semakin dekat dengan sumber emisi, konsentrasi NO2 dan Partikulat semakin tinggi, sedangkan saat jauh dari sumber emisi, konsentrasi NO2 dan Partikulat semakin rendah. Pola sebaran emisi menunjukkan konsentrasi maksimum NO2 dan Partikulat terdispersi ke arah Timur Laut yaitu pada kawasan pemukiman di sekitar PT. Kilang Pertamina International (KPI) Refinery Unit V. Musim hujan dan musim kemarau mempengaruhi konsentrasi maksimum dan jarak maksimum persebaran emisi. Hasil penelitian menunjukkan saat musim hujan dengan kondisi atmosfer agak tidak stabil, konsentrasi NO2 dan partikulat cenderung lebih tinggi dengan jarak sebaran konsentrasi maksimum yang lebih jauh dari sumber cerobong, sementara saat musim kemarau, konsentrasi NO2 dan partikulat cenderung lebih rendah dengan jarak maksimum sebaran emisi lebih dekat dari sumber cerobong. Konsentrasi maksimum NO2 saat musim hujan sebesar 400-600 ?g/m3 dengan jarak sebaran konsentrasi maksimum 500-1.100 m dari cerobong, sedangkan konsentrasi maksimum Partikulat saat musim hujan sebesar 13-15 ?g/m3 dengan jarak sebaran konsentrasi maksimum 500-1.100 m dari cerobong. Konsentrasi maksimum NO2 saat musim kemarau sebesar 400-500 ?g/m3 dengan jarak sebaran konsentrasi maksimum 400-900 m dari cerobong, sedangkan konsentrasi maksimum Partikulat saat musim kemarau sebesar 12-14 ?g/m3 dengan jarak sebaran konsentrasi maksimum 400-800 m dari cerobong.
Kata Kunci : Musim, Pemodelan, Stabilitas