Abstract :
Kota Samarinda merupakan salah satu kota di Kalimantan Timur yang
memiliki tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Dalam hal meningkatnya
pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan dari masyarakat,
maka semakin tinggi pula tuntutan pembangunan. Namun, pada proyek
pembangunan selalu memiliki kemungkinan bahwa waktu penyelesaian proyek
akan melampaui batas waktu yang telah direncanakan dalam kontrak pekerjaan.
Pada pelaksanaan proyek di lapangan terdapat faktor-faktor yang menyebabkan
keterlambatan, sehingga dapat menghambat proses penyelesaian proyek sesuai
yang ditargetkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja
yang dapat mempengaruhi keterlambatan proyek, faktor utama yang paling
berpengaruh dalam keterlambatan proyek serta memberikan solusi mengatasi faktor
keterlambatan proyek. Metode yang digunakan ialah penyebaran kuesioner kepada
pekerja konstruksi dan analisis data menggunakan metode statistik dengan uji
validitas, uji reliabilitas dan analisis faktor. Dari hasil analisis data didapatkan 10
variabel faktor yang mempengaruhi keterlambatan proyek konstruksi di Kota
Samarinda yaitu B2, C2, C3, D1, D3, D4, E6, F1, F5, dan H5. Selanjutnya faktor
utama yang paling berpengaruh dalam keterlambatan proyek ialah keterlambatan
mobilisasi/distribusi peralatan (C3). Serta solusi dalam mengatasi keterlambatan
tersebut ialah mempersiapkan ketersediaan peralatan yang akan digunakan sebelum
adanya penawaran, memiliki kontrak dengan pemilik peralatan dan lebih sering
melakukan koordinasi kepada pihak yang terkait.