Abstract :
Perumahan Atlantic Village dibangun di atas lahan seluas 310.870 m2. Kawasan yang semula hutan mengalami perubahan fungsi lahan menjadi kawasan permukiman, hal tersebut dapat mengurangi daerah resapan air hujan yang dapat mengakibatkan banjir pada kawasan dan lingkungan sekitar. Kawasan perumahan belum sepenuhnya dilengkapi dengan sistem drainase. Agar tidak terjadi genangan, besarnya limpasan air dapat dikendalikan dengan perencanaan sistem drainase. Kawasan ini akan direncanakan dengan menerapkan Kebijakan Zero Delta Q agar debit limpasan saat mengalami perubahan fungsi lahan tidak membebani saluran kota. Dalam pengaplikasiannya, akan direncanakan kolam detensi yang berfungsi untuk menampung sementara debit limpasan sebelum dialirkan menuju saluran kota. Perencanaan dilakukan dengan beberapa tahapan, analisis debit limpasan sebelum kawasan terbangun dan setelah terbangun, evaluasi terhadap saluran eksisting dan perencanaan dimensi saluran, dan perencanaan kolam tampung. Hasil yang diperoleh yaitu, terdapat 29 saluran sekunder, 141 saluran tersier, serta 3 kolam detensi; debit sebelum kawasan terbangun pada Outlet 1 sebesar 1,00 m3/dt dan Outlet 2 sebesar 0,97 m3/dt, debit setelah kawasan terbangun pada Outlet 1 sebesar 4,92 m3/dt dan Outlet 2 sebesar 3,83 m3/dt, debit yang keluar dari kolam tampung menuju Outlet 1 sebesar 0,92 m3/dt dan Outlet 2 sebesar 0,93 m3/dt; perencanaan dimensi saluran sekunder memiliki lebar dan tinggi penampang antara 0,30 ? 1,40 m, saluran tersier memiliki lebar dan tinggi penampang antara 0,30 ? 0,80 m, perencanaan kolam detensi 1 dengan luas 4500 m2 memiliki kedalaman 3,30 m, kolam detensi 2 dengan luas 4500 m2 memiliki kedalaman 3,50 m, dan kolam detensi 3 dengan luas 5500 m2 memiliki kedalaman 3,00 m.