Abstract :
Setiap pekerjaan proyek biasanya memiliki rencana kerja tertentu, kapan proyek tersebut harus dijalankan, kapan harus diselesaikan, bagaimana proyek tersebut berjalan, dan bagaimana sumber daya yang dibutuhkan tersedia. Perancangan jadwal pelaksanaan proyek mengacu pada prakiraan yang ada ketika rencana dan jadwal dimuat. Jika suatu proyek tidak direncanakan dan dikelola dengan baik, proyek cenderung mengalami keterlambatan yang juga dapat disertai dengan peningkatan biaya pelaksanaan proyek. Di Indonesia, keterlambatan proyek menjadi salah satu masalah yang terjadi berulang kali. Salah satu proyek konstruksi yang mengalami keterlambatan dalam penyelesaiannya yaitu pada proyek pembangunan Bontang Citimall. Sehubungan dengan permasalahan di atas, maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan, dan mengidentifikasi dampak yang disebabkan oleh keterlambatan, serta memberikan solusi untuk mengatasi
keterlambatan yang terjadi pada proyek tersebut, dengan menggunakan metode penyebaran kuesioner yang berisi tentang variabel-variabel yang dapat mempengaruhi keterlambatan, serta dampak dari keterlambatan. Setelah mengumpulkan data yang diperlukan, lalu dilakukan analisis data dengan uji
validitas, uji reliabilitas, analisis mean, standar deviasi dengan bantuan software SPSS versi 24. Dari hasil analisis tersebut didapatkan faktor penyebab keterlambatan yaitu faktor kejadian tak terduga, dan faktor manajerial. Dampak
dari keterlambatan tersebut yaitu kerugian pada kontraktor, mundurnya pembayaran, dan pembengkakan biaya, serta terhambatnya beberapa progress pekerjaan struktur seperti pekerjaan pondasi, pekerjaan retaining system, pekerjaan tanah, dan pekerjaan beton. Solusi untuk mengatasi keterlambatan tersebut dapat dilakukan dengan memaksimalkan waktu kerja dan SDM yang sesuai dengan lapangan kerja, pemilihan metode kerja yang tepat, serta koordinasi yang baik antara 2 pihak yaitu owner dan kontraktor sesuai dengan kontrak yang berlaku