Abstract :
PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) menghasilkan limbah B3 pada prosesnya. Limbah B3 yang dihasilkan dari proses industri dari PLTU berupa Fly Ash Bottom Ash, oli bekas, lampu bekas, majun bekas, dan lain lain. Limbah tersebut akan menjadi suatu permasalahan jika tidak ditangani dengan benar dan akan menimbulkan dampak pada kesehatan manusia dan lingkungan. Pengolahann limbah B3 dapat dilakukan secara termal (insinerasi) proses pengolahan fisik dan kimia berupa distilasi dan acid/clay dapat digunakan untuk mengolah limbah B3. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dampak lingkungan dari pengelolaan limbah B3 dan menentukan skenario terbaik dalam pengelolaan limbah B3 yang dapat diterapkan pada PLTU Teluk Balikpapan. Metode yang digunakan adalah metode Life Cycle Assessment (LCA), metode ini merupakan merupakan metodologi yang efektif secara simultan, sistematis, dan efektif dalam mengevaluasi dan mengidentifikasi dampak lingkungan pada sikluls hidup yang terkait dengan semua produk, proses atau aktivitasnya (ISO 14040, 2006). Untuk meminimalisir dampak yang dihasilkan dari pengelolaan limbah B3 akan digunakan 3 skenario. Skenario pertama (keadaan eksisting) yaitu transporter A, transporter B, insinerasi, dan distilasi. Skenario pertama mengganti pihak ketiga dengan pihak ketiga lokal Kaltim yaitu transporter C, insinerasi, dan distilasi. Skenario kedua yaitu membandingkan proses distilasi dengan acid clay sehingga skenarionya berupa transporter C, insinerasi, dan acid clay. Hasil analisis dampak lingkungan menggunakan metode life cycle assessment pada kondisi eksisting adalah dampak global warming sebesar 3,9 x 104 kg CO2 eq, Ozon Layer Depletion sebesar 1,5 x 10-3 kg CFC-11 eq, Photochemical Depletion sebesar 2,0 x 10 kg C2H4 eq, Acidification sebesar 9,4 x 10 kg SO4 eq, Eutrophication sebesar 2,2 x 10 kg PO4 eq, Non-Renewable sebesar 3,2 x 105 MJ eq. Skenario terbaik yaitu skenario 2 dengan dampak lingkungan yang rendah. Skenario 2 berupa transporter C, insinerasi, dan acid clay. Dampak global warming sebesar 4,0 x 103 kg CO2 eq, Ozon Layer Depletion sebesar 7,1 x 10-4 kg CFC-11 eq, Photochemical Depletion sebesar 8,9 x 10 kg C2H4 eq, Acidification sebesar 6,8 x 102 kg SO2 eq, Eutrophication sebesar 4,1 x 103 kg PO4 eq, dan Non-Renewable sebesar 7,5 x 104 MJ eq.