Abstract :
Peningkatan sektor transportasi darat selain memudahkan aktivitas manusia juga menimbulkan dampak negatif terhadap emisi yang dihasilkan. Emisi yang dihasilkan alat-alat transportasi darat menyebabkan peningkatan suhu atau efek rumah kaca pada permukaan bumi dan menyebabkan global warming. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai beban emisi gas rumah kaca (CO2, CH4, dan N2O) dan untuk menganalisis jumlah emisi gas rumah kaca (CO2, CH4, dan N2O) berdasarkan jam sibuk, dengan metode Tier 1 dan Tier 2 Di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Yos Sudarso. 1. Total beban emisi metode tier 1 pada ruas jalan Jenderal Sudirman untuk parameter CO2, CH4 dan N2O yaitu 117,07 Ton; 0,05 Ton; dan 0,005 Ton, Total beban emisi pada ruas Jalan Yos Sudarso untuk parameter CO2, CH4 dan N2O yaitu 21,88 Ton; 0,0094 Ton; dan 0,0010 Ton, Total beban emisi metode tier 2 pada ruas jalan Jenderal Sudirman untuk parameter CO2, CH4 dan N2O yaitu 118,51 Ton; 0,15 Ton; 0,003 Ton, Total beban emisi pada ruas Jalan Yos Sudarso untuk parameter CO2, CH4 dan N2O yaitu 22,12 Ton; 0,0253 Ton; 0,0005 Ton. Jam sibuk terjadi pada sesi sore yaitu pukul 17.00-18.00 WITA. Nilai beban emisi CO2, CH4 dan N2O berada di nilai tertinggi pada jam tersebut. Hal ini disebabkan oleh jumlah kendaraan yang tinggi dimana kendaraan yang paling mendominasi adalah sepeda motor sebanyak 84.046 unit dan mobil sebanyak 37.931 unit.