Abstract :
Limbah kulit pisang yang tidak dimanfaatkan menjadi salah satu pencemar yang dapat mencemari lingkungan, jika dibiarkan menumpuk dalam waktu yang lama. Kulit pisang kepok mengandung unsur makro N, P, dan K yang dapat dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk organik cair serta mendukung pertumbuhan tanaman cabe rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pupuk organik cair dari limbah kulit pisang kepok (Musa sp.), untuk mengetahui pengaruh EM-4, molase, dan kulit pisang kepok terhadap pH, suhu, unsur hara (N,P,K,C-Organik) dan rasio C/N serta untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman cabe rawit (Capsicum sp.). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu KA, KB (Kulit Pisang 3 kg, Air 3 L); P1, P2 (kulit pisang 1 kg, EM-4 50 mL, molase 50 mL, Air 3 L); P3, P4 (kulit pisang 2 kg, EM-4 100 mL, molase 100 mL, Air 3 L); P5, P6 (kulit pisang 3 kg, EM-4 75 mL, Molase 75 mL, Air 3 L). Adapun variabel terikat yaitu berupa uji suhu, pH, unsur hara (C-Organik, N,P,K), rasio C/N dan pertumbuhan tanaman cabe rawit (Capsicum sp.) berupa tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk semua parameter N,P,K,C-Organik dan rasio C/N masih berada dibawah standar baku mutu sesuai dengan Keputusan Menteri Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 dan terdapat pengaruh pemberian POC terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabe dan jumlah daun.