Abstract :
Pada Proyek Pembangunan Gedung Pemerintah Jalan MT. Haryono Samarinda terdapat permasalahan yang dialami yaitu, kapasitas dukung ultimate yang telah direncanakan kontraktor sebesar 120 ton, tetapi hasil uji PDA test hanya didapatkan 95 ton terjadi dengan nilai presentase sebesar 20,83%. Kemudian terjadi penurunan yang cukup besar pada PDA test. Maka pada penelitian ini dilakukan evaluasi kapasitas dukung tiang bor dengan menggunakan metode analisis statis dan menghitung besarnya penurunan yang terjadi. Metode yang digunakan meliput metode Meyerhof, metode Schmertmann Nottingham, dan metode Riswiyanto Anggun untuk perhitungan data Cone Penetration Test. Kemudian metode Meyerhof, metode Schmertmann & Nottingham, dan metode Reese & Wright untuk perhitungan data Standard Penetration Test. Serta metode Meyerhof, metode Terzaghi, dan metode U.S Army Corps untuk perhitungan data Laboratorium. Analisis perhitungan berdasarkan data CPT metode Meyerhof didapatkan sebesar 329,637 ton, metode Schmertmann sebesar 361,243 ton, dan metode Riswiyanto Anggun didapatkan sebesar 329,573 ton. Berdasarkan data SPT metode Meyerhof didapatkan sebesar 118,25 ton, metode Schmertmann sebesar 126,775 ton dan metode Reese sebesar 146,67 ton. Berdasarkan data Laboratorium metode Meyerhof sebesar 144,67 ton, metode Terzaghi sebesar 133,081 ton dan metode U.S Army Corps sebesar 119,941 ton. Hasil perhitungan kapasitas dukung data SPT menggunakan metode Meyerhof diperoleh hasil paling mendekati yaitu sebesar 118,25 ton dengan selisih nilai sebesar 18,321 ton atau dengan persentase selisih sebesar 17,381 % terhadap hasil PDA test 95 ton. Hasil perhitungan penurunan elastis didapatkan penurunan total (Stotal) sebesar 40,12 cm > (Sizin) sebesar 25 cm dengan menggunakan data SPT pada metode Meyerhof selisih nilai sebesar 15,29 cm.