Abstract :
Limbah kulit nanas masih sedikit pemanfaatannya, padahal limbah tersebut memiliki kandungan bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Salah satu upaya pengelolaan limbah kulit nanas adalah mengolah limbah tersebut menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik POC berdasarkan variasi komposisi limbah kulit nanas dan EM4 serta pengaruh POC terhadap pertumbuhan cabai besar (Capsicum annuum L.). Metode pemilihan variasi komposisi dilakukan secara acak. Pengukuran karakteristik POC dilakukan oleh pihak ketiga. Pengamatan pertumbuhan cabai besar dilakukan secara langsung. Variasi sampel perbandingan (limbah kulit nanas, EM4, gula aren) antara lain yaitu NA1 (3 kg, 50 ml, -); NA2 (3kg, 50 ml, +); NA3 (3 kg, 90 ml, -); NA4 (3 kg, 90 ml, +), NB1 (5 kg, 50 ml, -); NB2 (5 kg, 50 ml, +); NB3 (5 kg, 90 ml, -), NB4 (5 kg, 90 ml, +). Hasil penelitian pH diketahui bahwa sampel NB2 yang memenuhi standar baku mutu dengan nilai 4,02. Hasil penelitian C-Organik, N, P, K, Suhu, dan Rasio C/N diketahui bahwa tidak ada yang memenuhi standar baku mutu. Namun sampel yang paling tinggi yaitu NA1 dengan nilai C-Organik 0,89 dan N, P, K 0,13. Sampel yang paling tinggi yaitu sampel NA4 dengan nilai Suhu 30?. Kemudian sampel Rasio C/N yang tertinggi yaitu sampel NA3 dengan nilai 116,25. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan nilai pH, C-Organik, N, P, K, Suhu, dan Rasio C/N yang diperoleh dari limbah kulit nanas berdasarkan uji laboratorium dengan variasi aktivator EM4 dan gula aren berada dibawah standar baku mutu POC sesuai Keputusan Menteri No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Dilihat dari hasil uji statistik kruskal wallis bahwa variasi yang memiliki pengaruh hanya pada variasi limbah kulit nanas terhadap NPK. Berdasarkan hasil tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bunga, yang paling optimal adalah sampel NA3 dengan jumlah limbah nanas 3 Kg, dan jumlah EM4 90 ml tanpa gula aren.