Abstract :
Kota Balikpapan memiliki topografi perbukitan serta sedikit dataran, sehingga menyebabkan terdapat banyak lereng dengan kemiringan berkisar 8 % sampai lebih dari 40 %. Lereng dengan kemiringan yang besar tersebut akan sangat beresiko mengalami kelongsoran, salah satunya yang terjadi pada Jalan Sei-Wain Km. 15, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara. Pesatnya pembangunan pada area tersebut menyebabkan penambahan beban bangunan pada lereng, sehingga bisa menjadi faktor longsoran yang terjadi. Selain dari penambahan beban, perubahan kadar air juga bisa menjadi penyebab terjadinya kelongsoran tersebut. Perubahan kadar air tanah disebabkan oleh infiltrasi air ke dalam tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beban dan perubahan kadar air terhadap longsoran yang terjadi pada Jalan Sei-Wain Km. 15. Penelitian dimulai dari pengambilan data yang meliputi kontur lereng, parameter tanah, dan parameter setelah diberikan penambahan kadar air. Pengambilan data kontur lereng dilakukan pada lereng yang telah mengalami kelongsoran dan pada bagian lereng yang belum mengalami kelongsoran kemudian dimodelkan hasil pengambilan data menggunakan autocad. Pengujian parameter tanah yang dilakukan yaitu kadar air, berat volume, dan direct shear. Sampel tanah diambil pada bagian kaki lereng. Penambahan kadar air dilakukan dengan merendam sampel tanah dalam 100 ml air dan 200 ml air kemudian dilakukan pengujian parameter tanah pada sampel yang telah direndam dalam air. Penelitian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan software geoslope dengan metode Bishop dan Janbu. Analisis dilakukan dalam 3 kondisi pemodelan. Kondisi eksisting yaitu dengan menambahkan beban jalan pada lereng, kondisi penambahan beban bangunan yaitu dengan penambahan beban jalan dan beban bangunan pada lereng dengan asumsi bangunan memiliki pondasi dangkal jenis menerus sehingga beban merata di sepanjang lereng. Kondisi perubahan kadar air dilakukan dengan menggunakan parameter tanah hasil pengujian setelah sampel direndam dalam air dengan beban jalan dan beban bangunan pada lereng. Hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan beban bangunan pada lereng menyebabkan penurunan nilai angka keamanan (SF) pada lereng sebesar 13,24 % untuk metode Bishop dan untuk metode janbu terjadi penurunan nilai angka keamanan sebesar 10,86 %. Peningkatan nilai kadar air menyebabkan penurunan nilai angka keamanan (SF) yang disebabkan oleh peningkatan berat volume tanah (?) dan penurunan sudut geser dalam (?).
Kata Kunci : Angka Keamanan, Beban Bangunan, Kadar air, Lereng