Abstract :
Sarana Pendidikan di Kota Balikpapan tidak terdistribusi secara merata. Pada wilayah dengan penduduk yang lebih besar seperti Balikpapan Timur dan Barat memiliki jumlah sarana yang lebih sedikit dibandingkan kecamatan lain. Padahal, sarana pendidikan sebagai indikator kualitas Pendidikan menjadi penting untuk meningkatkan kualitas perekonomian wilayah. Penilaian karakter perekonomian sebuah wilayah dapat diukur dari factor Angka Partisipasi Kasar (APK) atau gambaran besar anak usia sekolah yang bersekolah di suatu jenjang pendidikan. Kota Balikpapan memiliki APK yang menurun setiap tahunnya sejak 2019 pada jenjang SD/Sederajat dan mengalami peningkatan pada jenjang SMP/Sederajat. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan distribusi sarana pendidikan terhadap karakteristik ekonomi di Kota Balikpapan. Tujuan dicapai dengan tiga tahapan analisis, yakni penilaian distribusi kualitas pendidikan dengan teknik skoring dan karakteristik ekonomi dengan teknik skoring. Kemudian pada analisis ketiga dilakukan dengan Teknik analisis Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi kualitas belum terdistribusi merata diantaranya daya tampung sekolah yang didominasi kategori kurang baik. Terdapat kelurahan dengan persentase pelayanan dibawah 100% yakni kelurahan Lamaru dengan kawasan yang belum terlayani sebesar 31% dan Kelurahan Muara Rapak dengan area yang belum terlayani sebesar 16,4%. Berdasarkan analisis Chi-Square ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara distribusi kualitas sarana pendidikan dengan karakteristik ekonomi di Kota Balikpapan. Oleh karena itu, Kota Balikpapan memerlukan upaya peningkatan dan pemerataan kualitas ekonomi di Kota Balikpapan perlu adanya pengoptimalan kualitas pendidikan yang tergolong rendah yakni daya tampung dan rasio sarana sebagai upaya pemerataan kualitas Pendidikan di Kota Balikpapan.