Abstract :
Pada proses sintesis Fe(NO3)3.9H2O menjadi ?-Fe2O3, dilakukan dengan metode sintesis hijau, dengan penambahan NaOH, dari perbandingan 4:1 larutan Fe(NO3)3.9H2O terhadap ekstrak daun nanas. Ekstrak daun nanas digunakan untuk mendapatkan hidroksil dan karbonil yang bertugas sebagai reduktor terhadap garam metal yang di sintesis. Untuk mendapatkan ekstrak dari daun nanas, dilakukan ekstraksi dengan menggunakan refluks. Temperatur kalsinasi dalam sintesis menjadi faktor dalam pembentukan ?-Fe2O3. Pada pembuatan nanopartikel ?-Fe2O3, diberikan variasi temperature kalsinasi yaitu 350, 450, dan 550?, hasil dari sintesis yang telah dilakukan kemudian diuji dengan menggunakan XRD, SEM, dan SAA untuk mengetahui karakterisasi dari ?-Fe2O3. Hasil masing masing variasi kemudian di kontakkan terhadap metilen biru, dan dilakukan uji uv-vis serta uji visual, dengan interval waktu 2,4,6,8, dan 24 jam. Sedangkan untuk uji visual dilakukan hingga enam hari, dan didapatkan perubahan warna yang signifikan terjadi pada variasi temperatur 350 ?. Persen degradasi tertinggiterjadi pada ?-Fe2O3 Kalsinasi 350? pada waktu kontak selama 24 jam, dalam ruang gelap, yaitu persen degradasi sebesar 64,8%, sedangkan hasil dari variasi lainnya yaitu ?-Fe2O3 dengan Kalsinasi 550? sebesar 41,16% dan ?-Fe2O3 0,1M dengan Kalsinasi 450? sebesar 47,68%. Berdasarkan pengujian SAA, XRD, dan SEM, pada temperatur 350? hasil nanopartikel ?-Fe2O3, dengan degradasi serta sifat yang paling baik dibandingkan variasi temperatur kalsinasi 450?, dab 550?.