DETAIL DOCUMENT
Arahan Pengembangan Ruang Terbuka Publik Tepian Sungai Mahakam Kota Samarinda dalam Penerapan Smart Living - SUBMIT JOURNAL
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Dinata, Astrie Novia
Subject
GV Recreation Leisure 
Datestamp
2022-07-19 02:22:47 
Abstract :
Kota Samarinda menjadi salah satu kota yang memiliki perencanaan konsep kota pintar dengan konsep waterfront city development. Pada kawasan waterfront Kota Samarinda terdapat ruang terbuka publik yaitu Taman Tepian?Air Mancur menjadi titik berkumpulnya masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan, untuk bersantai atau rekreasi. Kualitas RTP menjadi komponen penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Terdapat permasalahan yaitu fasilitas yang ada pada Ruang Terbuka Publik (RTP) Tepian Sungai Mahakam kurang memadai dan terdapat banyaknya kekurangan dari segi fasilitas. Untuk mengetahui penerapan smart living dapat dilihat dari penerapan elemen dari smart living pada RTP Tepian Sungai Mahakam, dilakukan analisis untuk mengetahui ketersediaan dan kondisi fasilitas RTP serta diperlukan mengukur tingkat pelayanan dan penerapan smart living berdasarkan persepsi pengunjung menggunakan Analisis IPA (Importance Performance Analysis). Dari hasil kesesuaian kondisi dan ketersediaan fasilitas serta tingkat kinerja penerapan elemen smart living berdasarkan persepsi pengunjung disusun arahan pengembangan ruang terbuka publik menggunakan metode komparasi. Pada hasil analisis ketersediaan dan kondisi fasilitas terdapat 8 variabel fasilitas dengan mayoritas dalam kondisi kurang baik. Berdasarkan hasil tingkat kepuasan pelayanan dan penerapan didapatkan sebesar 77.04 % dapat dikatakan puas, hasil diagram kartesius Prioritas Utama terdapat 3 variabel, Pertahankan Prestasi 1 variabel serta Berlebihan 2 variabel. Adapun hasil rumusan arahan pengembangan RTP terbagi menjadi komparasi variabel sasaran 1 dengan hasil kuadran 1 yaitu fasilitas, manajemen/perawatan serta aktivitas dalam arahan untuk melakukan peningkatan baik dalam segi jumlah maupun kondisi sesuai dengan penerapan smart living, serta tingkat kenyamanan dan keberagaman aktivitas. Komparasi variabel sasaran 1 dengan hasil kuadran 2 yaitu aksesbilitas dalam arahan ini untuk mempertahankan kinerja dari aksesbilitas. Selain itu dalam menyusun arahan juga dikomparasikan terhadap best practice yang diadaptasi. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan