Abstract :
Kampung Tenun merupakan salah satu kampung kota tertua yang terletak di Kota Samarinda. Kampung ini telah ada sejak tahun 1668 dan dikenal sebagai kampung yang memproduksi tenun. Pada tahun 2012 Kampung Tenun ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Samarinda. Namun, kurangnya dukungan dan kesadaran dari masyarakat maupun pemerintah mengenai pentingnya pengembangan dan pelestarian Kampung Tenun menjadi ancaman utama untuk keberlanjutan Kampung Tenun. Apabila dikembangkan dengan baik aset sejarah dan warisan budaya yang ada dapat memberikan banyak manfaat baik dari segi kelestarian budaya, kesejahteraan masyarakat serta peningkatan nilai sosial maupun infrastruktur. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk merumuskan arahan pengembangan keberlanjutan Kampung Tenun, Kota Samarinda sebagai kawasan wisata sejarah dan warisan budaya. Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian terdiri atas 4 indikator (produk budaya, produk naratif, produk wisata dan produk destinasi) dan 18 variabel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif guna mendapatkan kesesuaian tiap variabel, analisis deskriptif kuantitatif dengan metode TCR (tingkat capaian responden) guna mendapatkan tingkat prioritas untuk tiap variabel dan analisis triangulasi guna merumuskan arahan pengembangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi lapangan, kuesioner dan studi pustaka. Pada hasil evaluasi kesesuaian variabel didapatkan hasil berupa 1 variabel yang tidak sesuai, 2 variabel yang belum sesuai dan 10 variabel yang telah sesuai dengan pedoman kawasan wisata sejarah dan warisan budaya. Pada hasil analisis faktor prioritas didapatkan hasil berupa 9 variabel yang berada pada kategori prioritas tinggi dan 4 variabel yang berada pada kategori prioritas sedang. Dalam merumuskan arahan dalam pengembangan keberlanjutan Kampung Tenun sebagai kawasan wisata sejarah dan warisan budaya dilakukan dengan menggunakan best practice Asian New Urbanism, pengembangan kampung tematik dan pengembangan kampung wisata minat khusus.