DETAIL DOCUMENT
Analisis Pengaruh Variasi Bentuk Dan Kecepatan Aliran Air Terhadap Performa Turbin Air Crossflow Dengan Simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) 2 Dimensi
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Linda, Linda
Subject
TJ Mechanical engineering and machinery 
Datestamp
2022-07-19 06:44:01 
Abstract :
Dengan meningkatnya penggunaan sumber energi dalam kebutuhan manusia, mengakibatkan perlu adanya energi terbarukan yang dapat mendukung kebutuhan energi dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengganti energi fosil yang semakin menipis. Salah satunya dengan memanfaatkan energi alam yang bisa menjadi energi terbarukan dalam kehidupan manusia. Energi terbarukan dapat berasal dari angin, tenaga surya, dan air. Energi air di Indonesia memiliki potensi sekitar 75.000 MW dalam pemanfaatan sumber energi. Namun hanya sekitar 10% atau sama dengan 7.572 MW yang baru digunakan. Sehingga dengan adanya potensi sumber air yang masih jarang dimanfaatkan tersebut mampu menjadi acuan untuk terus memanfaatkan sumber energi air sebagai penunjang dalam menghasilkan energi listrik seperti membangun Pembangki Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). PLTMH sendiri merupakan pembangkit listrik yang dihasilkan melalui aliran air yang diubah menjadi energi mekanik dengan penggerak berupa turbin air. Turbin air yang dapat digunakan sebagai penunjang dalam pemanfaatan sumber air dapat berupa jenis turbin air Crossflow. Namun terdapat beberapa penunjang dari performa yang dihasilkan pada turbin tersebut, sehingga pada penelitian simulasi turbin air Crossflow dilakukan pada turbin dengan bentuk sudu Semisirkular dan L. Hasil simulasi berupa daya dan efisiensi terbaik pada bentuk sudu Semisirkular adalah adalah pada kecepatan 9,7 m/s dengan daya sebesar 204,87 kW dan menghasilkan efisiensi sebesar 29,71%. Pada simulasi turbin air Crossflow dengan bentuk sudu L didapatkan daya dan efisiensi terbaik pada kecepatan aliran 9,7 m/s dengan putaran 335 rpm juga dan menghasilkan daya sebesar 197,64 kW dengan efisiensi sebesar 31,29%. Dari kedua variasi bentuk sudu tersebut, didapatkan hasil paling optimal adalah pada turbin air Crossflow dengan bentuk sudu L dengan kecepatan 9,7 m/s di putaran 335 rpm. Penelitian simulasi turbin air Crossflow terdapat variasi kecepatan yang digunakan, yaitu 7,4 m/s; 9,7 m/s dan 11,4 m/s. Pada hasil simulasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kecepatan aliran sangat mempengaruhi nilai dari kecepatan sudut, torsi, daya, tekanan dan efisiensi dari rancangan turbin air Crossflow. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan