Abstract :
Perkembangan teknologi setiap tahunnya terus mengalami perkembangan. Teknologi menjadi salah satu yang penting dalam kehidupan manusia. Additive manufacturing merupakan metode baru dalam dunia manufakture dikarenakan memiliki efisiensi yang lebih baik dibandingkan dengan yang lain, Wire Arc Additive Manufactur (WAAM) merupakan salah satu jenis dari additive manufacturing yang menggunakan busur listrik dalam proses manufaktur yang memiliki kelebihan lebih efisien dan dapat membuat komponen atau bahan-bahan dalam ukuran besar. Pada penelitian ini membahas tentang pengaplikasian metode WAAM menggunakan pengelasan FCAW untuk membuat komponen yang kemudian akan diuji sifat mekanik material dan mikro strukturnya dengan variasi arus yaitu 130 A, 140 A, dan 150 A, sehingga komponen yang dibuat pada penelitian ini dapat digunakan sesuai standar industri khususnya di Indonesia. Bahan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah elektroda E71T-1 untuk pengelasan FCAW. Pengujian sifat mekanik yang digunakan adalah uji tarik dan uji kekerasan yang di mana Semakin tinggi arus maka semakin tinggi kekuatan nilai tariknya. Adapun nilai yang didapatkan adalah sebagai berikut kekuatan tarik arus 130 A sebesar 436,84 MPa, arus 140 A 449,88 MPa, arus 150 A 465,4 MPa. Nilai kekerasan didapatkan arus 130 A layer 1 178 HV layer 2 173 HV layer 3 171 HV, arus 140 A layer 1 170 HV layer 2 168 HV layer 3 162 HV, arus 150 A layer 1 166 HV layer 2 162 HV layer 159 HV. Pada struktur mikro, arus berpengaruh pada ukuran butir banyaknya fasa ferit yang terbentuk, semakin tinggi arus pada pengelasan yang digunakan maka ukuran butir semakin besar dan fasa ferit semakin banyak terbentuk.