Abstract :
Jumlah volume sampah pada setiap tahun selalu meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan Kota Samarinda. Hal ini tentunya memberikan masalah baru pada pemerintah kota, yaitu berupa timbulan sampah pada tempat pembuangan sementara yang tidak dapat diangkut sepenuhnya menuju tempat pembuangan akhir akibat kurangnya armada pengangkut sampah. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda pada tahun 2019, persentase terangkutnya sampah hanya memiliki nilai sebesar 70,93%. Secara umum, target bidang pengangkutan sampah menurut Rencana Jangka Menengah Daerah Kota Samarinda tahun 2016-2021 yaitu sebesar 90%. Melalui data tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat sisa sampah yang akan menjadi beban lingkungan dan berpotensi menimbulkan bencana apabila bertambah atau terakumulasi secara terus menerus seiring bertambahnya waktu. Pengelolaan pengangkutan sampah yang ada saat ini masih bermasalah karena belum terangkutnya seluruh sampah oleh kendaraan pengangkut sampah, hal ini tidak didukung dengan jumlah armada pengangkut yang memadai maupun kelayakan kendaraan. Menyadari pentingnya meningkatkan pelayanan dalam bidang pengangkutan sampah, perlu upaya berupa optimasi disesuaikan dengan sarana prasarana yang dimiliki agar seluruh timbulan sampah yang dihasilkan dapat terangkut ke tempat pembuangan akhir setiap hari. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengoptimalkan sistem pengangkutan sampah sehingga nilai persentase dalam bidang terangkutnya sampah menjadi meningkat. Dalam penelitian ini terdiri dari beberapa prosedur yaitu mengetahui kebutuhan transportasi pengangkutan sampah saat ini hingga 5 tahun kedepan sesuai dengan volume sampah yang dihasilkan, mengetahui sistem pengangkutan dan pola pengumpulan sampah. Adapun variabel pada penelitian ini berupa persentase pada pengangkutan sampah. Berdasarkan analisis didapatkan hasil pola pengumpulan berupa pola individual tidak langsung. Sistem pengangkutan yang paling sesuai yaitu berupa sistem HCS dengan kemampuan ritasi 6,05 perhari dan sistem SCS dengan kemampuan ritasi 2,45 perhari untuk waktu kerja 8 jam perhari. Pada tahun 2022 dibutuhkan sebanyak 3 unit kendaraan dump truck dan 7 unit kendaraan armroll truck, sedangkan pada tahun 2027 dibutuhkan sebanyak 3 unit kendaraan dump truck dan 8 unit kendaraan armroll truck kapasitas 8 m³. Untuk menunjang pengangkutan diperlukan 97 unit pada tahun 2022 dan 98 unit gerobak pengumpul sampah menuju TPS agar sistem pengangkutan sampah berjalan optimal