Abstract :
Perancah tulang merupakan metode pengobatan rekayasa jaringan dengan struktur
biomaterial tiga dimensi yang digunakan sebagai wadah sementara jaringan baru
dalam rekonstruksi cacat tulang. Pada perancah tulang, material yang digunakan
harus memiliki sifat mekanik dan biologis yang baik yang dapat menahan beban
fisiologis dan dapat terdegradasi saat di implan ke dalam tulang. Pada penelitian
ini digunakan polylactic-acid (PLA) karena bersifat biodegradable,
biokompabilitas, dan sifat mekanik yang mirip dengan tulang alami, namun bersifat
hidropobik. Dalam perancangan perancah tulang, kesesuaian porositas dan sifat
mekanik sangat diperlukan. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan kontrol pada
arsitektur perancah tulang. Pada penelitian ini perancah tulang dibuat dengan 3D
printing, metode ini dapat mengontrol interkoneksi pori. Dengan tahap pembuatan
perancah tulang yaitu desain CAD geometri dan arsitektur pori perancah tulang,
desain dicetak secara 3D printing Creality Ender 5Pro dengan polylactic acid
filament. Pada penelitian ini divariasikan desain geometri pori yaitu kubik, silinder,
dan gyroid dengan arsitektur pori not shifted not graded (NSNG), shifted not
graded (SNG), shifted graded (SG). Untuk mengetahui pengaruhnya terhadap
karakterisasi perancah tulang PLA seperti porositas, pengamatan makro, sudut
kontak, kekuatan tekan. Hasil pengujian porositas nilai rata-rata setiap variasi
geometri pori kubik, silinder, gyroid sebesar 62,48%, 58,68%, 61,00%, dan
arsitektur pori NSNG,SNG dan SG 58,68%, 55,35%, 51,68%. Nilai rata-rata sudut
kontak spesimen bagian kiri dan kanan sebesar 90,139o
, 107,632o. Nilai rata-rata
kuat tekan untuk geometri pori kubik, silinder dan gyroid sebesar 4.101MPa,
4,476MPa, 8,649MPa dan arsitektur pori NSNG, SNG, dan SG sebesar 4,476MPa,
6,517MPa, 7,877MPa.