Abstract :
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Balikpapan, adanya rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur dan Kota Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga IKN mengakibatkan mobalitas manusia dan jumlah kendaraan di Kota Balikpapan meningkat. Hal ini dapat memicu meningkatnya resiko kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, khususnya di sekitar simpang, seperti Simpang Lima Rapak. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pencegahan terjadinya kemacetan dan kecelakaan di persimpangan dengan pengaturan lampu lalu lintas. Dalam penelitian ini diterapkan model aljabar max-plus untuk mengatur sistem antrian nyala lampu lalu lintas. Penggunaan aljabar max-plus dalam hal ini karena model aljabar max-plus dikenal unggul dalam menangani masalah-masalah yang membutuhkan sinkronisasi banyak hal yang rawan, misalnya terjadi tabrakan antar arus satu dengan yang lain di simpang tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data durasi nyala lampu lalu lintas pada pukul 16:00-18:00 WITA dan denah lajur di Simpang Lima Rapak yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Kota Balikpapan dan observasi lapangan. Pada penelitian ini, disusun graf tak berarah, graf berarah, dan model ajabar max-plus untuk pengaturan nyala lampu lalu lintas di simpang tersebut. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai eigen sebesar 35,75. Agar penyalaan lampu lalu lintas periodik dan sinkron maka waktu yang baik sebagai waktu awal penyalaan lampu hijau adalah sebagai berikut: untuk arus dari Jalan Pramono/Klamono adalah pada pukul 16:00:00 WITA; untuk arus dari arah Jalan Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Warukin/Bula pada pukul 16:00:06,25 WITA; untuk arus dari Jalan Ahmad Yani 1 pada pukul 16:00:13,75 WITA; dan untuk arus dari Jalan Ahmad Yani 2 pada pukul 16:00:17,5 WITA. Selanjutnya, disusun jadwal penyalaan lampu hijau untuk masing-masing lampu lalu lintas di simpang tersebut dan dihitung durasi nyala lampu hijau dan merahnya. Berdasarkan penelitian ini diperoleh bahwa rerata prosentase perubahan durasi nyala lampu merah berkurang sebesar 2,76% dan rerata prosentase perubahan durasi nyala lampu hijau bertambah 5% dibanding data durasi nyala lampu merah dan hijau dari Dinas Perhubungan Kota Balikpapan untuk pukul 16.00 ? 18.00 WITA.