DETAIL DOCUMENT
Analisis Stabilitas Sheet Pile Terhadap Muka Air Sungai Karang Mumus - Submit Journal/Konverensi
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Alfalik, Dedi
Apriani, Dyah Wahyu
Sukmara, Riyan Benny
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General) 
Datestamp
2022-07-19 07:04:45 
Abstract :
Dalam upaya penanggulangan banjir di Kota Samarinda, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV melakukan normalisasi sungai sepanjang 519 meter berupa perkuatan tebing sungai yang berfungsi sebagai tanggul pengaman banjir serta menahan terjadinya kelongsoran pada Sungai Karang Mumus. Jenis perkuatan struktur yang digunakan berupa sheet pile yang diangkur. Penelitian ini dilakukan berdasarkan studi kasus studi kasus perkuatan tebing Sungai karang Mumus yang berlokasi di Kota Samarinda. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: berapa elevasi muka air di Sungai Karang Mumus, bagaimana pengaruh perubahan muka air sungai terhadap safety factor struktur sheet pile, dan bagaimana efektivitas angkur terhadap struktur sheet pile. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu: untuk mengetahui elevasi muka air sungai, pengaruh perubahan muka air sungai terhadap safety factor struktur sheet pile, serta pengaruh angkur terhadap struktur sheet pile. Berdasarkan hasil analisis, diketahui elevasi muka air sungai pada titik tijau berada di elevasi 4,59 m dari dasar saluran. Dalam menganalisis stabilitas sheet pile, digunakan 3 skenario analisis dimana pada skenario 1 digunakan elevasi muka air sungai pada saat berada di dasar turap, skenario 2 digunakan elevasi muka air sungai Q20 Tahun, dan skenario 3 digunakan elevasi muka air sungai pada puncak turap. Berdasarkan hasil analisi, diketahui bahwa crack momen yang terjadi pada struktur sheet pile pada variasi 1 sebesar 5,56 ton.m, variasi 2 sebesar 0,75 ton.m, dan variasi 3 sebesar -10,83 ton.m. Pada kondisi eksisting digunakan tipe turap diangkur dengan panjang 14,00 m, akan tetapi berdasarkan hasil analisis efektivitas penggunaan angkur, diketahui panjang minimum dengan menggunakan tipe turap diangkur sebesar 8,60 m dengan crack momen 5,74 ton.m, sedangkan untuk tipe turap kantilever dapat digunakan panjang minimum 13,13 m dengan crack momen 45,82 ton.m. Berdasarkan analisis tersebut, dapat diketahui bahwa penggunaan angkur lebih efektif digunakan jika ditinjau dari kondisi eksisting yang menggunakan crack ijin bahan sebesar 13,30 ton.m. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan