Abstract :
Jalan Samboja ? Sepaku merupakan satu-satunya jalur akses transportasi darat yang dapat digunakan dari Kota Balikpapan dan Samarinda menuju ibu kota negara yang baru. Di beberapa titik ruas jalan Samboja - Sepaku terdapat banyak retakan yang menunjukkan potensi terjadinya amblesan pada tanah yang menopang jalan. Hal ini disebabkan karena kondisi geologi ruas jalan Samboja - Sepaku tersusun oleh lapisan sedimen tebal dan muda sehingga mengakibatkan rawan akan terjadinya amblesan. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk menangani persoalan potensi terjadinya amblesan tanah pada ruas jalan salah satunya adalah rekayasa geoteknik seperti pembuatan siring atau dinding penahan tanah. Siring harus dibangun dengan baik karena fungsinya yang menahan beban dari tanah yang menopang suatu jalan. Pada proses pembangunannya tiang pancang pondasi siring harus ditanam di lapisan tanah yang padat dan tidak mudah bergeser atau labil yang disebut juga dengan lapisan keras. Keberadaan lapisan keras dapat diketahui berdasarkan statigrafi bawah permukaan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui litologi bawah permukaan tanah adalah metode resistivitas. Metode resistivitas memanfaatkan sifat fisis alami tanah yaitu kemampuannya dalam menghambat aliran arus listrik yang melaluinya. Kemampuan ini disebut juga dengan parameter nilai resistivitas. Distribusi nilai resistivitas secara 2 dimensi yang didapatkan dari hasil pengambilan data akan memberikan gambaran mengenai litologi bawah permukaan. Hasil penggambaran litologi bawah permukaan didapatkan 2 jenis lapisan tanah yang mendominasi area sisi jalan. Lapisan lempung dengan nilai resistivitas 2,31 ? 15,1 ?m dan lapisan lempung pasiran dengan nilai resistivitas 38,7 ? 253 ?m. Kedalaman yang diketahui dari hasil interpretasi data beragam dan yang paling dalam mencapai 32,5 meter. Lapisan lempung yang teridentfikasi sebagai lapisan keras dapat digunakan sebagai tempat penanaman pondasi siring bergantung pada kedalaman, saturasi air, dan pola persebaran lapisannya. Lapisan lempung memiliki nilai resistivitas yang rendah dikarenakan minimnya ruang antar partikel yang menyusun lapisan ini, sehingga mudah meloloskan arus listrik yang melewatinya. Lapisan lempung juga merupakan lapisan kedap air sehingga air yang berasal dari lapisan di atasnya akan sulit meresap pada lapisan ini. Lapisan lempung yang direkomendasikan untuk menjadi lapisan keras adalah lapisan lempung dengan kedalaman yang lebih dalam karena pola persebaran lapisannya lebih merata dan semakin menebal ke arah bawah. Selain itu, lapisan lempung di kedalaman yang lebih dalam mengalami proses kompaksi yang lebih kompleks daripada lapisan yang berada di atasnya sehingga membentuk lapisan ini menjadi lebih padat dan kompak.