Abstract :
Pengelasan adalah sebuah proses penggabungan dua buah logam atau lebih dengan menggunakan elektroda yang dicairkan dengan bantuan listrik. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi pengelasan mulai berkembang hinnga terciptalah sebuah metode baru di bidang adittif manufaktur yaitu metode Wire arc additive manufacturing. WAAM adalah sebuah proses manufaktur aditif berbasis kawat menggunakan pengelasan busur yang dapat membuat produk dengan berbagai bentuk mulai dari yang sederhana hingga berbentuk kompleks. Proses pembuatan WAAM ini adalah dengan cara menumpuk lapisan demi lapisan las hingga sampai pada bentuk yang dinginkan. Keuntungan dari metode WAAM ini adalah waktu tunggu yang singkat, limbah material yang sedikit, dan fungsionalitas yang lebih ditingkatkan. Pada penelitian ini menggunakan metode pengelasan Gas Metal Arc Welding. Metode tersebut dipilih karena menggunakan kawat elektroda yang dapat melakukan pengelasan secara terus menerus dan juga menghasilkan sedikit sampah pasca las. Setelah proses WAAM ini selesai kemudian hasil dari pengelasan tersebut dipotong menjadi beberapa bagian untuk nantinya dilakukan pengujian tarik, pengujian impak, dan uji struktur dan strukturmikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik material yaitu kekuatan tarik, kekuatan impak, dan mengetahui struktur mikro menggunakan mikroskop optik. Bahan yang digunakan pada metode ini adalah elektroda ER706-S dengan campuran 75% argon ? 25% CO2. Variasi arus yang digunakan pada pengujian ini adalah 130A, 140A, 150A.